Sabtu, 16 Januari 2010

Renovasi Masjid Nabawi senilai 36 Jembatan Suramadu


Renovasi Masjid Nabawi senilai 36 Jembatan Suramadu
Assalamu 'alaikum wr. wb.

Kaum Muslimin yang berbahagia.
Keelokan dan keindahan Masjid Nabawi Al-Munawaroh sangat menakjubkan.
Pernahkah Saudaraku menghitung berapa jumlah kubah yang bergerak ?
Berapa banyak tiang penyangga Masjid yang Mewah, Anggun, dan Kokoh itu ?

Marilah kita simak bersama :
1. Kubah bergerak 27 buah
2. Emas yang digunakan untuk ornamen 68 kg
3. Tiang di lantai dasar 2.174 buah
4. Tembaga yang digunakan 1.600 ton
5. Tiang di basement 2.554 buah
6. Luas basement 79.000 m2
7. Tiang di lantai atas (sath) 550 buah
8. Tangga bergerak (eskalator) 4 buah
9. Tangga biasa 18 buah
10. Berat satu pintu kayu 2,5 ton
11. Kamera pengawas di dalam/ luar masjid 543 buah
12. Luas halaman masjid 235.000 m2
13. Halaman yang berlantai granit berwarna 45.000 m2
14. Halaman yang berlantai marmer putih 195.000 m2
15. Kedalaman pondasi 5,4 m
16. Luas maqshuroh selatan 100 x 5 m
17. Panjang terowongan untuk instalasi pipa AC 7 km
18. Lebar terowongan 6,10 m
19. Tinggi terowongan 4,10 m
20. Luas pusat pembangkit listrik dan AC 70.000 m2
21. Luas Area parkir mobil dibawah halaman mengitari masjid di selatan, barat dan utara 290.000 m2
22. Daya tampung area parkir mobil 4.444 bh
23. Jumlah menara 10 buah
24. Tinggi menara 72 m 2 buah
25. Tinggi menara 104 m, tinggi hilal 6 m, berat 4,5 ton 6 buah
26. Menara utama 44,53 m 1 buah
27. Menara di Babus Salam setinggi 38,85 m 1 buah
28. Jumlah kran ruangan bawah tanah 4 lantai untuk wudlu 6.000 buah
29. Jumlah kamar mandi / WC 2.000 buah
30. Perluasan Saudi I dan bangunan al Majidi seluas 16.326 m2 28.000 org
31. Perluasan Saudi II lantai dasar seluas 82.000 m2 167.000 org
32. Perluasan Saudi II lantai atas seluas 67.000 m2 90.000 org
33. Halaman untuk sholat seluas 135.000 m2 250.000 org
34. Total daya tampung 535.000 org
Sumber:
Sejarah Madinah Munawarah, Dr.Muhammad Ilyas Abdul Ghani, Al-Rasheed Printers, Madinah, 1426 H.

Berapa biaya yang dikeluarkan ?

Sungguh fantastis biaya memperluas masjid menjadi 82.000 m2 tahun 1414 H yang meliputi bangunan-bangunan terdahulu sebesar RS 72,2 M atau kurang lebih Rp.180 triliun.

Iniliah proyek perluasan paling besar sepanjang sejarah Masjid Nabawi.
Bandingkan dengan Jembatan Suramadu sepanjang 5,4 km membutuhkan waktu pembangunan selama 6 tahun menelan biaya kurang dari Rp. 5 triliun.

Subhanalloh, Alhamdulillah, Allohu Akbar, segala puji hanya untuk Alloh swt.

Semoga menambah keimanan kita, Amiiin.(kiriman : Budi Widodo)

Selasa, 05 Januari 2010

Pesan Gus Dur


Ada 3 pesan Gus Dur yang disampaikan oleh Mbak Yenny untuk kita semua pada peringatan 7 hari meninggalnya almarhum yaitu :
1. Setiap perbuatan harus ikhlash
2. Selalu mencari ilmu pengetahuan dan menyempurnakan akhlaq
3. Menegakkan keadilan dan membela kebenaran
Pesan ini berlaku untuk semua bangsa Indonesia tanpa membedakan suku, agama, dan golongan.

Minggu, 03 Januari 2010

Burj Dubai


Burj Dubai merupakan gedung tertinggi di dunia. Subhanalloh tingginya 800 meter. Bagaimanapun juga Bintang Dubai ini dan high rice building yang akan datang tidak akan menyentuh bintang di langit ciptaan Alloh SWT.



Mengukir Kehidupan 2010 dengan Cinta


Mengukir Kehidupan 2010 dengan cinta

Setelah setengah abad aku berjalan dalam kehidupan
Liku keloknya sudah cukup kutemukan
Hiruk pikuk lalu lalang selalu menghiasi kehidupan
Lalu aku ingin mencoba menceritakan

Suatu kisah perjalan hidup anak Adam
Agar menjadi petunjuk bagi yang ku tinggalkan
Karena dengan ini yang dapat kulakukan
Semoga ceritaku bermakna dalam kehidupan

Hai Anak cucu Adam
Tahukah kamu penyebab kesalahan
Kesalahan itu ada tiga penyebabnya
Kesombongan,keserakahan dan kedengkian

Dengan kesombongan itulah iblis di laknat hidupnya
Karena keserakahan Adam di keluarkan dari Surga
Dan Karena kedengkian anak Adam membunuh saudaranya
Berlindunglah dari ketiganya, itulah perlindungan sebenarnya

Lindungilah hidupmu dengan cinta
Karena kau tercipta oleh cinta
Dengan cinta hidup ini menjadi bermakna
Isilah hari hari 2010 dengan cinta

Tataplah masa depanmu dengan cinta
Dimana cintamu dimana kasihmu
Cinta itu masih tersimpan didalam kalbu
Pancarkan cintamu agar dunia menjadi ceria

Harus kah cinta itu disemai dengan air mata
Agar tumbuh menjadi jiwa jiwa yang setia
Haruskah cinta itu diuji dengan duka lara
Agar kita tahu mana yang benar benar cinta

Ataukah kau masih ragu akan dasyatnya cinta
Sehingga kau masih ragu untuk berikar dengan cinta
Ingatkah ketika bumi di goncang dan lautan ditumpahkan
Itulah cara Nya menguji ketulusan cinta

Dimana cintamu
Karena cintamu, kau menjadi kasih Nya
Karena cita, kau jalankan perintah Nya
Karena cinta, kau tinggalkan larangan Nya


By: ROCH, 1 Januari 2010

Kamis, 31 Desember 2009

Mas Suryo Pensiun Dini



Senyum Mas Suryo pada acara sertijab di atas merupakan senyum yang penuh keikhlasan mengakhiri karier di Telkom. Semoga barokah dunia dan akhirat. Amin ya robbal'alamin.



Senin, 21 Desember 2009

Mas Slamet nompo putu


Ini foto cucu mas Slamet Ruslan Prabowo yang lahir pada tanggal 17 Oktober 2009 dan diberi nama : Queenshanti Azzahra W. Semoga menjadi anak sholihah. Amin

Menerawang masa depan Merah Putih.....

Saat ini kurebahkan tubuhku diatas kasur... sambil kuketik tulisan ini di HP.... Terbayang seorang pemuda gagah bersemangat, usia dibawah 20 thn, lulusan STM yang sudah terdidik, sedang mengendarai sepeda motor Trail, warna merah berseragam USO... Dia sedang mengunjungi desa desa karena tugasnya memelihara perangkat USO dan Merah Putih yang sudah terpasang di desa-desa, seluruh Indonesia mereka berjumlah hampir 1000 tim... Sepanjang jalan alat GPS tracking bekerja mengirimkan sms tiap 1 menit, sehingga sepanjang perjalanannya terdeteksi kwalitas signal celluler kuat, lemah atau tidak ada, dan dapat ditampilkan dalam GIS (Geografis Information System) yang ada di Jakarta... Sesampai didesa mereka melakukan preventif atau korektif maintenance sehingga dijamin semua perangkat tidak ada yang mengalami gangguan yang serius... Saat itu sudah terbangun lebih dari 25 ribu desa di Indonesia... System Informasi Pedesaan yang berbasis sms, baik informasi kependudukan, pertanian, koperasi, perdagangan, bencana, semua bisa diakses via internet dimanapun.....
Diatas lautan kapal2 penumpang sudah memiliki BTS sehingga disepanjang pelayaran penumpang bisa melakukan komunikasi dengan kerabat, saudara, mitra kerja mitra dagang dengan biaya yang terjangkau.... Aplikasi dipelabuhan untuk kapal kapal barang dan penumpang yang masuk sudah berjalan.... Indah sekali hari-hari itu, .....
Kunikmati secangkir teh dipagi hari sambil menghisap sebatang rokok kubaca berita-berita desaku sudah maju, pemudanya sudah tidak mau meninggalkannya untuk kerja di kota karena disana dia dibutuhkan, disana dia bisa makmur..... Hmmm pengabdian apa lagi yang bisa saya berikan kepada negeri ini......
Semoga Allah selalu memberi kekuatan itu.....
+++ tulisan menjelang magrib+++



Sabtu, 05 Desember 2009

KOSONG IKU ISI,ISI IKU KOSONG



KOSONG IKU ISI,ISI IKU KOSONG

Hari ini Kamis tanggal 9 Dzulhijjah
Berjuta umat wukuf di padang Arafah
Merenung diri dan bertobat
Mengoreksi diri atas kesalahan masa silam
Mengosongkan pikiran atas noda noda
Didalam kekosongan kau dapat leluasa mengungkapkan
Lepaskan segala permasalahan, noda noda yang kau tutupi dengan pakaian
(Keangkuhan, kesibukan, aturan, hukum dan tetek bengek )
Tunjukkan kesempurnaanmu dengan selendang kepolosan
Lemparlah jumroh,setan setan yang menyesatkan
Tawaf mengelilingi Ka bah, yang didalamnya terdapat ruang kosong
Berjubal,berdesak mengelilingi ruang yang kosong
Karena dengan adanya ruang kosong itu kau dapat melakukan aktivitas
Kau bangun rumah, kau ciptakan ruang ruang kosong
Dalam ruang kosong itu keluargamu kau tempatkan
Kau ingin promososi,kau cari,kau rebutkan formasi yang kosong
Diadalam kekosongan kepekaan itu kau dapatkan
Kosong itu jernih,suci,bersih,polos,kosong itu terang
Allah itu jernih,suci,bersih,polos,Allah itu maha menerangi
Yang dengan kekosongan itulah hanya kekuatan Illahi yang kau dapati
Diadalam kekosongan itu kau bebas mengisi
Disinilah kehendak nafsumu ikut interperensi
Setelah kau isi,kemurnianmu tak ada lagi
Pikiranmu akan terbagi antara isi dan yang akan kau isi
Setelah isi tak ada lagi tempat kosong
Setelah isi tak ada lagi kepekaanmu
Kalau kau tahu kosong itu puncak kekuatan
Namun mengapa kau masih mengejar memperebutkan materi
Yang materi itu akan memenuhi ruang kosong
Yang bila ruang kosong itu tiada lagi
Kau tak lagi dapat bergerak dan ber aktivitas
Kau tak lagi dapat bernafas
Bukankah itu artinya kau telah mati

By: ROCH, 26 Nopember 2009


Jumat, 20 November 2009

Rumah Petak Milik Nabi


Kamis, 19 November 2009 | 13:54 WIB
TEMPO Interaktif, Jakarta: Bersujud di depan makam Nabi Muhammad SAW rasanya seperti tersedot magnet raksasa. Ada rasa haru yang mengiris-iris. Bukan kesakralan makam itu yang membuat banyak orang--termasuk saya--sesenggukan. Bukan pula tawaran pahala yang dijanjikan bila salat di Raudah--wilayah antara makam Nabi dan mimbar khutbah di Masjid Nabawi--yang membuat tubuh ini lunglai. Tapi, bayangan betapa sederhananya rumah Nabi itulah mata kami sembab.

Makam itu persis ada di rumah Nabi dulu. Rumah yang mungil. Bahkan, rumah tipe 21 pun masih lebih luas dari rumah Nabi. Ukurannya mungkin sama dengan rumah-rumah petak yang ada di Jakarta. Rumah itu kini masuk dalam bagian Masjid Nabawi dan hanya ditutup ukuran kayu. Di dalam rumah itu ada makam Nabi, Abu Bakar dan Umar bin Khattab.

Nabi yang diagungkan itu--bahkan para malaikat pun tak henti membaca shalawat untuknya--ternyata hidup jauh dari standar sederhana. Tak ada AC atau penghangat saat angin dingin membekukan Madinah. Tak ada kasur empuk atau spring bed. Tak ada sofa mewah atau kursi ukiran yang melingkar-lingkar. Tak ada kemewahan seperti yang ditawarkan Electrolux, King Koil, Panasonic, Avanza, atawa Lexus. Juga tak ada keindahan seperti yang disodorkan Dolce & Gabbana, Gucci.

Umar pernah minta izin menemui Nabi SAW. Ia melihat beliau sedang berbaring di atas tikar kasar terbuat dari pelepah Tamar. Sebagian tubuh Nabi tampak berada di atas tanah. Dia juga cuma berbantalkan pelepah kurma. Umar pun menangis.

"Mengapa engkau menangis?" Nabi bertanya. Umar menjawab, "Bagaimana aku tidak menangis. Tikar ini membuat bekas pada tubuhmu. Engkau ini Nabi Allah dan kekasihNya. Kekayaanmu hanya yang aku lihat sekarang ini. Sedangkan Kisra dan kaisar lainnya duduk di singgasana emas dan bantalnya sutera".

Mungkin ingatan cerita ini membuat tubuh saya dan orang-orang di sekitar saya menggigil dan menangis. Teringat garis-garis bekas pelepah di pipi Nabi. Lalu melayang lagi percakapan Nabi dan Umar.

Nabi pun menasehati Umar, "Mereka (kaisar dan orang kaya) telah menyegerakan kesenangannya. Itu akan cepat berakhir. Kita adalah kaum yang menangguhkan kesenangan yang nantinya kita pakai untuk hari akhir. Perumpamaan hubunganku dengan dunia adalah seperti orang yang bepergian pada musim panas. Sejenak berlindung di bawah pohon, kemudian berangkat dan meninggalkannya. "

Kata Nabi lagi, sisakan kesenangan di dunia ini untuk bekal akherat. Dalam sepekan, tahanlah nafsu, lapar dan haus, paling tidak dua hari. Lakukan shaum senin-kamis. Dua puluh empat jam sehari, sisakan waktu satu-dua jam untuk sholat fardlu dan membaca al-Qur'an. Delapan jam waktu tidur, buanglah barang 15 menit saja untuk sholat tahajud.

"Celupkan tanganmu ke dalam lautan," ujar Nabi Saw ketika sahabat yang bertanya tentang perbedaan dunia dan akherat. "Air yang menempel di jarimu itulah dunia. Sisanya adalah akherat".

Bayangan cerita itu semakin membuat kami ini tak sanggup mengangkat kepala dari sujud di depan makam Nabi. Duh Gusti, ampuni kami.BS


Jumat, 09 Oktober 2009

Hidup Diantara Kritik dan Pujian



Hidup Diantara Kritik dan Pujian

Dalam mengarungi samudra kehidupan
Gelombang Tinggi dan Rendah kau dapatkan
Tak seorang pun dapat mengelaknya
Kau harus tangguh dalam menghadapinya

Disitulah ketabahanmu kan diuji
Disanalah kesiapanmu diperlukan
Bukan emosi yang kau andalkan
Namun ketenangan kunci keberhasilan

Tinggi gelombang tergantung kencangnya angin
Pantulan cahaya tergantung esensi penerimanya
Kritik dan Pujian tergantung siapa yang menyampaikan
Yang disampaikan tergantung bagaimana pemahamannya

Saat di puncak pujian berdatangan
Namun jangan kau bertepuk dada
Seakan semua atas jerih perjuangan
Lalu kau lalai dengan sanjungan

Tak ingat akan gelombang kehidupan
Habis dipuncak turun kelembah
Jika kamu tak siap
Kau akan lenyap tergulung ombak

Saat dilembah seakan mencekam
Seakan tak ada yang mau pedulikan
Hanya kritik dan ejekan yang kau dapatkan
Hanya kelapangan dada yang diperlukan

Jika kau percaya
Dibalik kesulitan ada kemudahan
Kesulitan memacumu mencari jalan keluar
Ber upayalah memahami petunjuk Nya

Lalu gimana menghadapi kritik dan pujian
Hanya ketabahan dan percaya diri kuncinya
Berpegalah petunjuk yang telah diberikan
Kau akan selamat sampai tujuan


By: Roch,Jum'at 09 Oktober 2009

Catatan : Ter inspirasi tentang suatu kisah
Teringat suatu kisah perjalan seorang Ayah dan anaknya membawa seekor Keledai
Selama perjalannya tak lepas dari kritikan
Kisah 1.
Sang Ayah dan anak berjalan dengan Keledai di tuntunnya
Kritikan “Dasar orang badoh keledai dapat dinaiki kok dituntun”
Kisah 2.
Sang Ayah dan anak keduanya naik keledainya
Kririk “Orang tak punya pri kebinatangan keledai kurus dinaiki berdua”
Kisah 3.
Sang Ayah naik keledai dan anaknya berjalan menuntun keledainya
Kritik “Memang Ayah nggak kasiahan anaknya malah enak enak naik keledai anaknya suruh jalan “
Kisah 4.
Anaknya naik keledai dan ayahnya berjalan menuntun keledainya
Kritik “Dasar anak durhaka masak ayahnya sudah tua suruh jalan yang muda enak enak naik keledai”
Kisah 5
Keledainya diikat dan dipikul bersama Ayah dan anaknya
Kritik “ memang orang sudah stress masak keledai dapat berjalan kak dipikul “

Nah memperhatikan kisah diatas lalu mana yang harus kau turuti? keputusan ditangan anda



Minggu, 04 Oktober 2009

Bila Bumi Telah Bergoncang



Bila Bumi telah beguncang

Sejak Ramadhan hingga di bulan sawal
Bumi ini telah diguncangkan
Kebakaran terjadi dimana mana
Harta bendada hancur berantakan
Tak sedikit jiwa ikut melayang
Semua bingung dalam ketakutan

Bila peringatan Allah telah ditunjukan
Tiada yang sanggup menghalanginya
Jika masih ada iman bersemayam didalam dada
Jiwamu bergetar dan berdoa dalam kepasrahan

Jika kau telah dibutakan dalam keridhohannya
Yang terjadi kau anggap sedau gurau belaka
Tak sedikitpun rasa takut/iba di mimik wajahnya
Berdendang ria dengan kesombongannya

Kau sibukan berebut harta dan kedudukan
Cari kesempatan cari popularitas
Amal perbuatannya tergantung imbalannya
Tak peduli sanak saudara, semua disamakannya

Kehancuran sudah ditayangkan berbagai media
Jeritan tangis sebagai iringan pemberitaannya
Mata melotot rame rame menyaksikan
Tapi tangan masih enggan memberikan sumbangan

Sudah tiga hari nagari Minang diluluh lantahkan
Belum terlihat batuan kemusiaan didapatkan
Banyak korban kesulitan bahan makanan
Banyak kemacetan ditempat tempat pariwisata

Sungguh sudah hilang rasa sepederitaannya
Pupus sudah rasa kebersamaanya
Sumua hidup dalam kepentingan kepentingannya
Cuek bebek jiwa kebangsaannya

Dulu negri ini subur makmur
Gemah ripah loh jinawi
Toto tentrem lan raharjo
Gotong royong kang jiwani mring sawiji

Entah apa yang menyebabkan negri ini jadi begini
Marilah para sepuh para muda pada introspeksi diri
Nyuwun kawruh nyuwun keslametan nyang marbeng dumadi
Mrih lir ing sambekolo, rahayu hayuning bawono

Bumi gonjang ganjing langit gelap gelap
Sang soyo ndalu kang lintang kumedap
Ono cahyo kang mijil ning selaning wengi
Menjadikan Negri ini menemui goro goro

By : Roch,Minggu 4 Oktober 2009

Senin, 28 September 2009

Spektrum Cahaya Kebahagiaan



Spektrum Cahaya Kebahagian

Berpuluh tahun sudah aku berjalan
Mengejar secercah cahaya kebahagiaan
Sepintas tlah nampak spektrum cahaya berneka warna
Serupa dengan kehidupan yang berneka ragam rona

Warnanya tergantung kadar cahaya yang diterima
Cahayanya memancar menelusuri garis bujur dan lintang
Terusung Malaekat yang berbaris sesuai yang ditetapkan
Menyampaikan cahaya kepada mereka yang mencarinya

Telah tersurat dalam kehidupan manusia
Sebagai ejawantah sinar Illahi kedalam jiwa
Ketika Manusia diciptakannya,
Malaekat memasukan cahaya kedalam jiwa

Cahayanya terpencar menjadi dua bagian
Sebagian terpancar kedalam surga
Sebagian terperangkap dalam raga manusia
Terpenjara ,tertutup dalam gegaman nafsu dunia

Mengapa tak kudapat cahaya kebahagian sejati
Karena selalu mencari belahan cahaya jiwa surgawi
Ingin menyatu hingga kesempurnaan jati diri sejati
Disanalah kebahagian sejati kan kudapati

Namun bagi mereka yang terlena
Cukup puas dengan kebahagian gemerlapnya dunia
Ingin hidup selama lamanya
Dianggapnya Inilah kebahagiaan yang nyata

Melalui Malaekatnya Petunjuk Nya tlah diberikan
Dari Timur datangnya Cahaya sejati
Ke Barat Cahaya kan pergi
Bergati Cahaya gemerlapnya duniawi

Lalu Cahaya apa yang ingin kau cari
Ketimur Cahaya Surgawi kan kau temui
Kebarat Gemerlapnya Dunia kan kau dapati
Tinggal keputusanmu kemana yang kau kehendaki

By : Roch 28 September 2009


Minggu, 27 September 2009

Mencari Kebahagiaan




Mencari Kebahagiaan
Aku berjalan dalam kehidupan
Menyelusuri lorong malam yang gulita
Ku jelajahi hamparan siang yang penuh harap
Mencari secercah kebahagian yang dipikirkan

Kubaca petunju Illahi yang telah tersuratkan
Ayat-ayatnya bak pelita dalam kegelapan
Kuhayati kalimat demi kalimat mengusik menggetarkan kalbu
Seakan nyanyian surga yang menggema di jagat raya

Sebulan puasa Ramadhan ku jalankan
Kulepas semua pakaian nafsu dan kesombongan
Kusujudkan jiwaku kepangkuan Nya
Kupanjakatkan doa mohon keridhohanNya

Hingga tiba disuatu malam di gemerlapnya bintang
Jiwa ku menggigil terselimutkan ketakutan yang dalam
Seakan ragaku hanyut musna entah kemana
Tinggal jiwaku lebur menyatu kealam jagat raya

Dunia seakan dalam genggamman
Kemana dan apa saja yang kuingin kudapatkan
Sungguh indah dan sangat menyenangkan
Apakah ini arti kebahagiaan

Namun semua berjalan hanya sekejab
Semua berubah dalam kehidupan dunia
Hirok pikuk memecah kesunyian
Kekacoan telah tercipta oleh juataan pikiran manuasia

Kutersentak dalam kesadaran
Bahwa kebahagian hanya sekejab
Kukejar harta bahagia hanya sekejab
Kukejar tahta bahagia hanya sekejab

Namun bukan lalu kita tidak bersikap
Hidup ini seni mengambil keputusan
Diam tidak bersikapun sudah merupakan keputusan
Semua akan diminta pertanggung jawabanya


Aku akan tetap berjalan dan berjalan
Kucari dan kucari kebahagian yang kekal
Kutelusuri liku hidup ini walau kankudaki tebing terjal
Sampai jiwa ini kembali ke alam baka


By : Roch, Jum'at 25 September 2009

Rabu, 23 September 2009

Teringat Parmin saat di Kamboja..(Lanjutan)


Ditengah perjalanan kami lihat ada restoran bertulisan ' Bali Cafe'... Kami coba masuk...tiba-tiba ada dua gadis berpakaian bali menyapa.. 'selamat malam Pak...', lalu kami ajak berbincang bahasa Indonesia, ternyata terbengong2... Tidak lama kemudian keluar lelaki berperawakan sedang, wajah Jawa... Sambil tersenyum memperkenalkan diri dia ..yang mengelola restoran... Namanya 'Parmin'... Tidak terlalu lama kami sudah akrab, sambil pesan makanan kami banyak bertanya tentang Kamboja dan tentang Parmin sendiri... Setelah menu kami pesan, Parmin masuk menyiapkan makanan, kami lihat-lihat sekitar, banyak juga tamu direstoran itu, ada dari Jepang ada dari Eropa, China, dan disudut ada orang Indonesia kelihatannya... Kami coba mendekat, ternyata benar, mereka komunitas Indonesia di Kamboja, ada dari Kedutaan, dan pekerja-pekerja disana, kami bergabung memperkenalkan diri.... Senang ketemu mereka disana sebentar sudah akrab....
Cerita yang paling berkesan saat perbincangan, ya... Tentang Parmin.
Ternyata Parmin datang ke Kamboja sebagai Penyambung Kabel (Jointing) proyek Telokomunikasi dari kontraktor Indonesia di awal 90-an.. Melihat peluang bisnis disana tidak ada restoran Indonesia, dia mencoba buka Cafe Bali, .. Ternyata cukup menjanjikan karena nama Bali ... sudah dikenal, maka orang-orang asing banyak yang datang... Boss kontraktor yang memodali, Parmin yang mengelola termasuk sebagai juru masak....
Ditengah malam setelah restoran tutup Parmin masih sempat menjadi Penyanyi di Bar... Dengan lagu-lagu Indonesianya....
Setelah puas bertemu orang-orang disana, tengah malam kami kembali ke Hotel... Pagi jam 06.00 bangun dan jalan lagi.... Pagi itu suasana ditepi sungai sangat ramai dan banyak orang jalan pagi, ada juga rombongan para biksu berbakaian oranye , kepala gundul berbaris berjalan.... Jadi indah pemandangan disana... Tidak lama berjalan, kami mendengar sayup-sayup irama poco-poco... ada senam pagi nih.... Eh ternyata benar ditengah perjalanan ada lapangan luas kemudian ratusan orang sedang mengikuti instruksi seseorang diatas panggung... Setelah agak dekat kami kaget, ternyata instrukturnya ya... parmin....
Hebat sekali kau Parmin beberapa tahun di negeri orang sudah bisa menguasai medan disana, dengan iklas bahagia berjuang di negeri orang, sebagai instruktur senam di Ibukota Pnom Phen, pastinya sangat terkenal disana... Lagu-lagunya Indonesia lagi... Musik dangdut, poco-poco.. Memang cocok dan disukai orang sana....
Itulah sosok Parmin yang saya ... kagumi, mampu menghibur banyak orang dengan inisiatif dan keberaniannya untuk mencoba dan melakukannya dengan iklas dan sungguh-sungguh.... Ternyata bisa.... Ternyata berhasil.... Dia punya semboyan, dimana bumi dipijak, disitu kita harus berjuang .....
Salut buat Parmin, perjuanganmu menginspirasi saya dan banyak orang ...... Sukses..!,,,

Jumat, 18 September 2009

Teringat Parmin saat di Kamboja..


Friday, Sept 19, 2009 at 4:24am

Waktu kuinjakkan kakiku dinegara Kamboja tahun 2006, jadi teringat syair lagu lama ' Menanti... Dibawah Pohon Kamboja.... Datangnya... Kekasih yang kucinta..... La...la..la.......' ternyata suasananya seperti Indonesia ditahun 70-an, orang-orangnya jadul, rumah-rumahnya, lampu remang-remang (hemat energy), bangunannya....
Karena hari belum terlalu malam walau masih capek karena perjalanan, sesampai dihotel chek in langsung jalan-jalan.. Berempat kami naik ojek, satu ojek bisa muat 2 penumpang, lucu motornya memang didesign seperti itu, empuk lagi karena shock becker dan sadelnya khusus,.. Sesampai ditepi sungai Mekong kami turun dan bayar USD $ 1, lalu kami jalan menelusuri sungai yang membelah kota Pnom Phen, disebelah kanan ada jalan raya dan pertokoan, perkantoran, bar, dan restoran.... Suasana malam itu agak ramai orang jalan dan orang duduk-duduk di bar dan restoran... (Berlanjut...)

Selasa, 15 September 2009

Kota SANGHAI yang mangagumkan.....


Selasa, 15-9-2009 at 11:32pm
Waktu kecil aku sering makang kacang Sanghai, yang diproduksi oleh tetangga didepan rumah... Saya tanya waktu itu sanghai itu nama apa sih?.. Dia bilang kota terbesar di China... Lalu terbayang dipikiranku seperti apa Shanghai... Indah pastinya, dan padat penduduknya....
Alhamdulillah bayangan masa kecil tentang Shanghai ternyata bisa saya kunjungi di tahun 2003.... indah... benar-benar indah... apalagi saat dimalam hari naik kapal disungai yang membelah kota Shanghai...terlihat disebelah kanan sungai bangunan lama peninggalan penjajahan Eropa dengan Lighting yang menarik, sebelah kanan terlihat Shanghai baru dengan gedung-gedung menjulang tinggi terlihat tower TV dengan dua bola yang menjadi ciri khas kota Shanghai.... INDAH.... Mengagumkan... Arsitek kota yang didesign dengan rapi dan spektakuler....
Pada tahun 2008 , 5 thn kemudian saya berkunjung lagi kesana, hebat... Perubahan yang sangat besar terjadi, gedung-gedung baru sudah tumbuh disana dengan ketinggian yang luar biasa.... Ditahun 2003 saya diatas tower TV yang tingginya 500 meter, sambil makan malam di restoran yang berputar didalam bola di-tengah-tengah tower, sambil menikmati keindahan kota dan sungai yang mengagumkan...
Ditahun 2008 saya berada dipuncak gedung yang diklaim tertinggi di dunia juga sambil melihat keindahan kota dengan lampu-lampu yang indah.... Dan akhir tahun ini juga ada rencana kesana, acara diskusi dengan R&D salah satu produsen perangkat Telko.... Saya pengin tahu ada kemajuan apalagi yang terjadi disana...
Saya jadi berfikir disini tentang Shanghai.... yang sengaja menjadi kebanggaan bangsa China, bahwa mereka mampu membangun kota terbesar, termegah di dunia... Mereka bilang membangun tower TV yang tingginya 500 meter dan sangat spektakuler itu hanya dalam tempo 1 thn... Luar biasa... Saya ikut kagum dengan kegigihan dan kerja keras bangsa china....
Tertantang...... proyek telepon pedesaan USO yang sedang saya handle berjumlah 24 ribu desa harus selesai 6 bulan.... Mudah2an bisa....:), dalam hati, masa nggak bisa.. Sedangkan chandi Roro Jonggrang aja jumlahnya seribu hanya dikerjakan dalam satu malam.... Ruar biasa....
Ini hikmah, tantangan, pelajaran.... Dengan kegigihan, kesungguhan,do'a, apapun bisa kita lakukan...
Semoga bisa.........:)

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design