Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Renungan. Tampilkan semua postingan

Rabu, 10 Maret 2010

Dandang Gulo




Dandang Gulo
Urip iku neng ndonya tan lami.
Umpamane jebeng menyang pasar.
Tan langgeng neng pasar bae.
Tan wurung nuli mantuk.

Mring wismane sangkane uni.
Ing mengko aja samar.
Sangkan paranipun.
Ing mengko podo weruha.
Yen asale sangkan paran duk ing nguni.
Aja nganti kesasar.

Yen kongsiho sasar jeroning pati.
Dadya tiwas uripe kesasar.
Tanpa pencokan sukmane.
Separan-paran nglangut.

Kadya mega katut ing angin.
Wekasan dadi udan.
Mulih marang banyu.
Dadi bali muting wadag.

Ing wajibe sukma tan kena ing pati
Langgeng donya akherat.

Wejangan
Sunan Kali Jogo


Hidup di dunia tidak lama
Seperti kamu pergi ke pasar
Tak selamanya di pasar saja
Tak lama terus pulang

Kerumah asal semula
Nanti kamu jangan ragu
Asal mulanya
Nanti kamu harus tahu

Kalau asal mulanya kan kembali
Jangan sapai tersesat
Kalau sampai tersesat ketika mati
Mati tapi sukmanya tersesat

Sukmanya melayang tak ada tujuan
Kemana mana nglangut
Seperi awan teriup angin
Akhirnya menjadi hujan

Kemabali jadi air
Ingin kembali dalam raga
Yang mestinya sukma itu tidak pernah mati
Langgeng di dunia dan akherat

Ditularkan
Liliek Rochmadi

Kamis, 11 Juni 2009

Setelah Pensiun Mau Apa ?






Setelah Pensiun Mau Apa ?
Suatu pertanyaan yang menggelitik yang harus kalian jawab, terutama bagi kita sebagai karyawan yang hidup bagaikan burung didalam sangkar, segala kebutuhan hidup telah disediakan Kau tinggal makan dan minum sesuai yang disediakan ,sang majikan pun telah menyediakan kebutuhan standar yang diperlukan .
Sekarang kau mau dilepas ke alam bebas mencari makan sendiri mencari kebutuhan sendiri untung masih diberi bekal uang pensiun, memang sedikit tapi masih ada yang diharap setiap bulan.
Tidak kah kau melihat burung dipepohonan berangkat pagi pulang petang mencari makan buat istri dan anak anaknya yang ditinggal di sarangnya, terbang ia ke alam bebas tiada bekal tiada arah tiada tujuan bersaing dengan kelampok burung lainnya kadang dapat seekor ulat bukan ditelan namun dibawa pulang buat Anak istrinya di sangkar dia sendiri kadang masih lapar terlihat perutnya masih kempis.
Namun sang burung menghadapi dengan riang kadang bersiul berkicau tak kenal putus asa apa lagi sampai bunuh diri, rasanya memang tak pernah kita saksikan seekor burung yang mati karena bunuh diri.
Pensiun memang permasalahan kehidupan terutama bagi seorang karyawan, suatu tahap yang harus kita lewati, disinilah tuntutan kita untuk menghadapi permasalahan ini dan segala keputusan harus dipertanggung jawabkan.
Lima puluh tahun lewat kita telah belajar menjalani kehidupan, masing masing punya pengalaman yang berbeda beda dan kiat kiat sendiri, Andalah ahlinya dalam pengalaman hidup yang kita lewati
Jadi pada kesempatan ini bukan kami menggurui seorang ahli atau guru besar, namun sekedar sharing menurut nalar pandang kami,jelas akan berbeda-beda sesuai dari sudut pandang maupun eksistensi yang pernah kita jalani
Pensiun merupakan gool atau tujuan yang harus kita lewati, kena apa “Pensiun” kenapa tidak, kena apa pensiun itu diciptakan , masti ada tujuannya terhadap penciptanya , lalu pensiun itu apa , kitapun perlu meterjemahkan apa itu “Pensiun”
Dalam menterjemahkan pun kita aannberbeda beda sesuai pikiran bawah sadar kita masing masing dan yang kita pikirkan yaitu yang akan terjadi yang akan kita lalui, maka marilah kita merenung meminit pikiran bawah sadar kita .
Apa itu pikiran bawah sadar, kita ketahui bahwa pikiran itu ada dua yaitu
1. Pikiran Sadar ,yaitu pikiran yang bergerak atas kebutuhan lahiriah ,badan kita yang sangat dikendalikan oleh nafsu.
2. Pikiran bawah sadar berjalan sesuai naluri,suara hati kadang berjalan begitu saja tanpa kita sadari karena kita tak pernah peduli dan tak pernah mau merenung mendengar suara hati atau suara batin kita

Maaf kita menyimpang sedikit, kita akan menterjemahkan pensiun
Pensiun menurut pikiran logika , atau pikiran sadar kita adalah suatu saat dimana kita sudah tua sudah banyak yang dirasa ,badan ini terasa tidak berdaya tidak berguna sudah tidak cantik atau tampan lagi tidak ada yang peduli tidak ada lagi yang mau menurut, kebutuhan semakin banyak semua sangat tergantung orang sedang penghasilan pun makin berkurang sedang keinginan jauh menjulang
Na secara logika /sadar tentu tidak akan bertemu bila pendapatan turun sedang keinginan bertambah bila dituruti hanya hayalan /lamunan yang ia dapatkan, jalan terbaiknya ya mengurangi kebutuhan, topo ngrame, maksudnya dalam hiruk pikuk /keramaian kehidupan kita harus selalu menahan kebutuhan emosional bukan kah kita sudah pernah belajar bahwa setiap tahun kita suruh belajar menahan selama satu bulan nah itu maknanya yang harus kita terapkan
Atau kau mau masih mau terus berusaha mengejar dunia yang tiada ujungnya, terus berpacu 100 km/jam tanpa kau pikirkan kondisi kendaraanmu bikinan tahun lima puluh tahunan akhirnya mogok dijalan dan kamu jadi tontonan , lalu apa celetupan anak muda, sudah tua masih bertingkah nggak ngilo /ngaca diam saja dirumah jangan ngribeti jalanan lalau kau akan marah ,bisa bisa malah jadi ledekan kasihan bukan, jadi kan lebih baik jangan banyak bertingkah namun banyak beraktivitas lewat pikiran, untuk agar menyumbangan pikiran yang jernih perlulah ketenangan,untuk itu pensiun diberikan.
Pensiun menurut pikiran bawah sadar, bahwa pensiun banyak waktu untuk lebih tenang, disinilah dan saat inilah kita diberi kesempatan untuk mencermati apa makna kehidupan, banyak waktu yang telah kita tinggal kan hanya mengejar Dunia ternyata itu sia sia suatu usaha yang tidak berguna, ayahku dulu berjuang keras membangun rumah yang megah dikampung halaman dengan harapan membahagikan anak anaknya biar merasa bangga punya rumah mewah, tapi itu hanya sesaat lalu semua kutinggalkan adik adikku pun tak ada yang mau menempatinya ,artinya usaha ayahku adalah perbuatan yang sia sia, hanya nasehat nasehatnya yang sangat bermakna, sampai sekarang masih selalu kuingat dan berguna walau ayahku sudah jauh di liang lahat
Nasehat nasehat yang bermakna itu akan muncul dari hati dan jiwa yang tenang, kita dapat memberikan petunjuk terhadap anak cucu kita yang tenggelam tersesat oleh belenggu emosional, kita dapat memotivasi mereka menuju masa depan yang lebih gemilang
Sesuai kata pendahulu kita bahwa jadi orang tua itu agar bermakna harus minimal harus mempunyai salah satu dari tiga unsur yaitu ” Tutur,Uwur lan Sembur” maksudnya bahwa kamu jadi orang tua minimal harus berfungsi:
1. Tutur artinya kamu harus dapat memberi nasehat yang baik dan tepat, kalau nasehatmu selalu baik dan memberikan kenyamanan terhadap anak cucu atau generasi muda nasehatmu akan selalu diingat walau kau tak lagi hidup didunia.
2. Uwur, artinya jika kamu punya harta banyak, kamu dapat membantu sari segi materi membantu kekurangan-kekurangannya, namun ingat membantu kebutuhan materi hanya menyelesasikan sesaat, dan itupun hanya minoritas unsur dan seorang pensiun kebutuhan materi seharusnya sudah berkurang jadi sebagian dapat disisihkan dapat kita berikan dapat membantu kebutuhan anak cucu.
3. Sembur, sebagai orang tua doa kita sangat dibutuhkan pada yang muda, hanya dengan jiwa dan pikiran yang tenang maka doa dapat dikonsetrasikan untuk dipanjatkan, bukannya doa itu suatu amalan yang dianjurkan dengan doa berarti kita berusaha mendekatkan diri kepada penciptanya
Dari ketiga unsur iu mana yang dapat kita upayakan kalau ketiga tiganya itu sempurna tapi minimal salah satunya, jangan sampai kita lepas sama sekali dari ketigannya maka hidup ini akan terasa hampa, pensiunpun hampa rasanya, ingat orang yang hidupnya hampa dan putus asa adalah orang yang tidak mau menghargai setiap langkah hidupnya, kalau dari diri sendiri tidak mau menghargai gimana orang lain maka hampalah jadinya.
Nah sekarang kita sudah berupaya menterjemahkan apa itu pensiun, sekarang kita tinggal mepersiapkan diri negarahkan langah yang akan dijalani, kapan lagi ya hari ini saat ini kesempatanmu ” nuju kasampurnaning urip” menuju ke kesempurnaan hidup.

Silahkan merenung!


By. ROCH,
malam Jum’at, 11 Juni 2009 di TO PAS Bandung

Selasa, 26 Mei 2009

Sapa Sira Sapa Ingsun (siapa kamu siapa saya)


Sopo Siro Sopo Ingsun
Pernahkah kah kau bertanya siapa dirimu?
Dari mana kamu dan mau kemana kamu?
Dan dimanakah kamu ?
Lalu ku berkaca bercermin mengukur kekurangannya
Ngilo ngilo ngetung kang elok, ngak-elok
Banjur katon wujud iro (kelihatan bentuknya)
Kang koton (terlihat) tergantung bagai mana melihatnya
Seberapa ketajamanmu
Sedangkan manusia itu banyak kurangnya
Terbatas kemampuanya, ning kadang ora rumongso(tidak merasa)
Margo soko (karena dari)nuruti hawa nafsunya
Dumununge siro iku soko lahir kalawan batin,jiwo lan rogo
(asalmu dari lahir dan batin)
Mulo elingo nyang piture sesepuh kito
(maka ingat akan nasehat para pendahulu kita)
Ajining sariro soko busono (harga badan dari pakaian kita)
Ajining diri soko lati(harga diri dari mulut,ucapan kita)
Kang tegese, dene siro manungso iku akan dihargai ,dikenal badan lahirnya dari busono(pakaian) yang digunakan dan dihargai,dikenal batinnya dari yang dirasakan,diucapkan dan diamalkannya
Dadine yen siro berpakaian tentara maka orang akan mengenalnya tentara
Bila berpakaian kumuh compang camping dikenalnya segai orang miskin atau si gila
Jika suka marah dibilang /dikenal si pemarah
Jika selalu senyum dalam segala kondisi dibilang sumeh
Jika prilakumu sering memberi petunjuk,mengajar ilmu disebut Pak Guru,Pak Ustad
Kabeh mau dadi koco benggolo
mrih gampanging nggonmu mangerteni sopo jatining siro
Nanging opo siro jujur marang kang katon lan siro rasakno
(Namun apa kamu jujur akan yang kamu lihat dan kamu rasakan)
Yen siro Ngrumangsani terbatasnya kemampuanya, mulo kudu legowo marang opo kang di sampaikan sepodo podo (menerima penilaian orang lain) sebagai jedela jauh hari
Bukanya marah marah seperti kata pepatah
“ Buruk rupa cermin di pecah”
Mengingat banyak kekurangan kita,keterbatasan kita , maka untuk mengenal diri kita tidak cukup dari pengamatan kita sendiri, dan harus ada konfirmasi orang lain
Kemudian diturunkalah kamu ke Dunia
Kau telah sanggup sebagai kalifah di Dunia
Diciptakan lah raga, nafsu dan pikiran sebagai pakainmu di Dunia
Lalu kamu berjalan berjalan dan berjalan
Kau dapatkan dua persimpangan
Ada yang lurus licin dan indah
Ada yang naik terjal dan berkelok
Kau harus menetapkan pilihan
Kudu eling lan waspodo, jangan terkecoh oleh yang nampak saja
Kesesatan biasanya jalan mudah dan enak
Kebaikan banyak cobaan dan rintangan
Sebagai kalifah segala putusanmu akan diminta pertanggung jawabannya
Atau tidak menentukan pilihan alias diam ditempat
Itupun sudah merupakan keputusan yang harus dipertanggungkan
Waktu terus berjalan, petunjukpun telah disampaikan
Melalui Al Qur”an dan Rosulnya serta peristiwa, kejadian alam
Dapatkah kau membaca dan mengerti atas petunjuk itu
Ataukah hanya kau lihat sekilas
Atau kau copy paste tanpa sempat kau cerna
Sehingga tak tampak lagi identitasmu karena telah tertimpa segala yang kau rekam
Padahal kau diciptan dengan berbeda beda
Ada yang tinggi ada yang pendek ,kaya miskin,bagus jelek
Semua jadi satu saling melengkapi
Dan difungsikan dan tugas yang berbeda
Kamudian agar saling mengasihi dan menyayangi
Ya Rahman Ya Rohim
Ataukah kau telah menjadi budak nafsu dan Dunia
Kau paksakan kehendakmu
Lalu mana cintamu, mana kasihmu
Masih adakah cinta pada dirimu
Cinta menerima apa adanya, menjalankan perintahnya
Dimanakah kau
Apakah kau telah larut dalam gemerlapnya dunia
Apakahkau terjebak dilembah penderitaan dunia
Ingat ingatlah waktum menjelang habis
Ingat ingatlah sebagai kalifah di dunia
Sebut nama Tuhanmu “ La illaa ha illallah “
Apa yang telah kau lakukan di dunia
Hingga tiba waktunya kau harus tinggalkan dunia
Kau tiada lagi di dunia
Lalu siapa kamu
Kamu adalah amalmu yang kau tinggalkan
Kamu adalah maknamu bagi siapa saja yang kau temukan
Koyo godhong suruh mlumah mengkureb, dinulu seje rupo ginigit nunggal rasa
seperti daun sirih bolak balik beda rupanya dijadikan satu digigit satu rasanya
Laku lahir dan batinmu memang beda rupanya tapi menunggal jadi satu yaitu " Siro (kamu) ya Ingsun (saya) "
by: Roch 26 Mei 2009

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design