Jumat, 09 Oktober 2009

Hidup Diantara Kritik dan Pujian



Hidup Diantara Kritik dan Pujian

Dalam mengarungi samudra kehidupan
Gelombang Tinggi dan Rendah kau dapatkan
Tak seorang pun dapat mengelaknya
Kau harus tangguh dalam menghadapinya

Disitulah ketabahanmu kan diuji
Disanalah kesiapanmu diperlukan
Bukan emosi yang kau andalkan
Namun ketenangan kunci keberhasilan

Tinggi gelombang tergantung kencangnya angin
Pantulan cahaya tergantung esensi penerimanya
Kritik dan Pujian tergantung siapa yang menyampaikan
Yang disampaikan tergantung bagaimana pemahamannya

Saat di puncak pujian berdatangan
Namun jangan kau bertepuk dada
Seakan semua atas jerih perjuangan
Lalu kau lalai dengan sanjungan

Tak ingat akan gelombang kehidupan
Habis dipuncak turun kelembah
Jika kamu tak siap
Kau akan lenyap tergulung ombak

Saat dilembah seakan mencekam
Seakan tak ada yang mau pedulikan
Hanya kritik dan ejekan yang kau dapatkan
Hanya kelapangan dada yang diperlukan

Jika kau percaya
Dibalik kesulitan ada kemudahan
Kesulitan memacumu mencari jalan keluar
Ber upayalah memahami petunjuk Nya

Lalu gimana menghadapi kritik dan pujian
Hanya ketabahan dan percaya diri kuncinya
Berpegalah petunjuk yang telah diberikan
Kau akan selamat sampai tujuan


By: Roch,Jum'at 09 Oktober 2009

Catatan : Ter inspirasi tentang suatu kisah
Teringat suatu kisah perjalan seorang Ayah dan anaknya membawa seekor Keledai
Selama perjalannya tak lepas dari kritikan
Kisah 1.
Sang Ayah dan anak berjalan dengan Keledai di tuntunnya
Kritikan “Dasar orang badoh keledai dapat dinaiki kok dituntun”
Kisah 2.
Sang Ayah dan anak keduanya naik keledainya
Kririk “Orang tak punya pri kebinatangan keledai kurus dinaiki berdua”
Kisah 3.
Sang Ayah naik keledai dan anaknya berjalan menuntun keledainya
Kritik “Memang Ayah nggak kasiahan anaknya malah enak enak naik keledai anaknya suruh jalan “
Kisah 4.
Anaknya naik keledai dan ayahnya berjalan menuntun keledainya
Kritik “Dasar anak durhaka masak ayahnya sudah tua suruh jalan yang muda enak enak naik keledai”
Kisah 5
Keledainya diikat dan dipikul bersama Ayah dan anaknya
Kritik “ memang orang sudah stress masak keledai dapat berjalan kak dipikul “

Nah memperhatikan kisah diatas lalu mana yang harus kau turuti? keputusan ditangan anda



Minggu, 04 Oktober 2009

Bila Bumi Telah Bergoncang



Bila Bumi telah beguncang

Sejak Ramadhan hingga di bulan sawal
Bumi ini telah diguncangkan
Kebakaran terjadi dimana mana
Harta bendada hancur berantakan
Tak sedikit jiwa ikut melayang
Semua bingung dalam ketakutan

Bila peringatan Allah telah ditunjukan
Tiada yang sanggup menghalanginya
Jika masih ada iman bersemayam didalam dada
Jiwamu bergetar dan berdoa dalam kepasrahan

Jika kau telah dibutakan dalam keridhohannya
Yang terjadi kau anggap sedau gurau belaka
Tak sedikitpun rasa takut/iba di mimik wajahnya
Berdendang ria dengan kesombongannya

Kau sibukan berebut harta dan kedudukan
Cari kesempatan cari popularitas
Amal perbuatannya tergantung imbalannya
Tak peduli sanak saudara, semua disamakannya

Kehancuran sudah ditayangkan berbagai media
Jeritan tangis sebagai iringan pemberitaannya
Mata melotot rame rame menyaksikan
Tapi tangan masih enggan memberikan sumbangan

Sudah tiga hari nagari Minang diluluh lantahkan
Belum terlihat batuan kemusiaan didapatkan
Banyak korban kesulitan bahan makanan
Banyak kemacetan ditempat tempat pariwisata

Sungguh sudah hilang rasa sepederitaannya
Pupus sudah rasa kebersamaanya
Sumua hidup dalam kepentingan kepentingannya
Cuek bebek jiwa kebangsaannya

Dulu negri ini subur makmur
Gemah ripah loh jinawi
Toto tentrem lan raharjo
Gotong royong kang jiwani mring sawiji

Entah apa yang menyebabkan negri ini jadi begini
Marilah para sepuh para muda pada introspeksi diri
Nyuwun kawruh nyuwun keslametan nyang marbeng dumadi
Mrih lir ing sambekolo, rahayu hayuning bawono

Bumi gonjang ganjing langit gelap gelap
Sang soyo ndalu kang lintang kumedap
Ono cahyo kang mijil ning selaning wengi
Menjadikan Negri ini menemui goro goro

By : Roch,Minggu 4 Oktober 2009

Senin, 28 September 2009

Spektrum Cahaya Kebahagiaan



Spektrum Cahaya Kebahagian

Berpuluh tahun sudah aku berjalan
Mengejar secercah cahaya kebahagiaan
Sepintas tlah nampak spektrum cahaya berneka warna
Serupa dengan kehidupan yang berneka ragam rona

Warnanya tergantung kadar cahaya yang diterima
Cahayanya memancar menelusuri garis bujur dan lintang
Terusung Malaekat yang berbaris sesuai yang ditetapkan
Menyampaikan cahaya kepada mereka yang mencarinya

Telah tersurat dalam kehidupan manusia
Sebagai ejawantah sinar Illahi kedalam jiwa
Ketika Manusia diciptakannya,
Malaekat memasukan cahaya kedalam jiwa

Cahayanya terpencar menjadi dua bagian
Sebagian terpancar kedalam surga
Sebagian terperangkap dalam raga manusia
Terpenjara ,tertutup dalam gegaman nafsu dunia

Mengapa tak kudapat cahaya kebahagian sejati
Karena selalu mencari belahan cahaya jiwa surgawi
Ingin menyatu hingga kesempurnaan jati diri sejati
Disanalah kebahagian sejati kan kudapati

Namun bagi mereka yang terlena
Cukup puas dengan kebahagian gemerlapnya dunia
Ingin hidup selama lamanya
Dianggapnya Inilah kebahagiaan yang nyata

Melalui Malaekatnya Petunjuk Nya tlah diberikan
Dari Timur datangnya Cahaya sejati
Ke Barat Cahaya kan pergi
Bergati Cahaya gemerlapnya duniawi

Lalu Cahaya apa yang ingin kau cari
Ketimur Cahaya Surgawi kan kau temui
Kebarat Gemerlapnya Dunia kan kau dapati
Tinggal keputusanmu kemana yang kau kehendaki

By : Roch 28 September 2009


Minggu, 27 September 2009

Mencari Kebahagiaan




Mencari Kebahagiaan
Aku berjalan dalam kehidupan
Menyelusuri lorong malam yang gulita
Ku jelajahi hamparan siang yang penuh harap
Mencari secercah kebahagian yang dipikirkan

Kubaca petunju Illahi yang telah tersuratkan
Ayat-ayatnya bak pelita dalam kegelapan
Kuhayati kalimat demi kalimat mengusik menggetarkan kalbu
Seakan nyanyian surga yang menggema di jagat raya

Sebulan puasa Ramadhan ku jalankan
Kulepas semua pakaian nafsu dan kesombongan
Kusujudkan jiwaku kepangkuan Nya
Kupanjakatkan doa mohon keridhohanNya

Hingga tiba disuatu malam di gemerlapnya bintang
Jiwa ku menggigil terselimutkan ketakutan yang dalam
Seakan ragaku hanyut musna entah kemana
Tinggal jiwaku lebur menyatu kealam jagat raya

Dunia seakan dalam genggamman
Kemana dan apa saja yang kuingin kudapatkan
Sungguh indah dan sangat menyenangkan
Apakah ini arti kebahagiaan

Namun semua berjalan hanya sekejab
Semua berubah dalam kehidupan dunia
Hirok pikuk memecah kesunyian
Kekacoan telah tercipta oleh juataan pikiran manuasia

Kutersentak dalam kesadaran
Bahwa kebahagian hanya sekejab
Kukejar harta bahagia hanya sekejab
Kukejar tahta bahagia hanya sekejab

Namun bukan lalu kita tidak bersikap
Hidup ini seni mengambil keputusan
Diam tidak bersikapun sudah merupakan keputusan
Semua akan diminta pertanggung jawabanya


Aku akan tetap berjalan dan berjalan
Kucari dan kucari kebahagian yang kekal
Kutelusuri liku hidup ini walau kankudaki tebing terjal
Sampai jiwa ini kembali ke alam baka


By : Roch, Jum'at 25 September 2009

Rabu, 23 September 2009

Teringat Parmin saat di Kamboja..(Lanjutan)


Ditengah perjalanan kami lihat ada restoran bertulisan ' Bali Cafe'... Kami coba masuk...tiba-tiba ada dua gadis berpakaian bali menyapa.. 'selamat malam Pak...', lalu kami ajak berbincang bahasa Indonesia, ternyata terbengong2... Tidak lama kemudian keluar lelaki berperawakan sedang, wajah Jawa... Sambil tersenyum memperkenalkan diri dia ..yang mengelola restoran... Namanya 'Parmin'... Tidak terlalu lama kami sudah akrab, sambil pesan makanan kami banyak bertanya tentang Kamboja dan tentang Parmin sendiri... Setelah menu kami pesan, Parmin masuk menyiapkan makanan, kami lihat-lihat sekitar, banyak juga tamu direstoran itu, ada dari Jepang ada dari Eropa, China, dan disudut ada orang Indonesia kelihatannya... Kami coba mendekat, ternyata benar, mereka komunitas Indonesia di Kamboja, ada dari Kedutaan, dan pekerja-pekerja disana, kami bergabung memperkenalkan diri.... Senang ketemu mereka disana sebentar sudah akrab....
Cerita yang paling berkesan saat perbincangan, ya... Tentang Parmin.
Ternyata Parmin datang ke Kamboja sebagai Penyambung Kabel (Jointing) proyek Telokomunikasi dari kontraktor Indonesia di awal 90-an.. Melihat peluang bisnis disana tidak ada restoran Indonesia, dia mencoba buka Cafe Bali, .. Ternyata cukup menjanjikan karena nama Bali ... sudah dikenal, maka orang-orang asing banyak yang datang... Boss kontraktor yang memodali, Parmin yang mengelola termasuk sebagai juru masak....
Ditengah malam setelah restoran tutup Parmin masih sempat menjadi Penyanyi di Bar... Dengan lagu-lagu Indonesianya....
Setelah puas bertemu orang-orang disana, tengah malam kami kembali ke Hotel... Pagi jam 06.00 bangun dan jalan lagi.... Pagi itu suasana ditepi sungai sangat ramai dan banyak orang jalan pagi, ada juga rombongan para biksu berbakaian oranye , kepala gundul berbaris berjalan.... Jadi indah pemandangan disana... Tidak lama berjalan, kami mendengar sayup-sayup irama poco-poco... ada senam pagi nih.... Eh ternyata benar ditengah perjalanan ada lapangan luas kemudian ratusan orang sedang mengikuti instruksi seseorang diatas panggung... Setelah agak dekat kami kaget, ternyata instrukturnya ya... parmin....
Hebat sekali kau Parmin beberapa tahun di negeri orang sudah bisa menguasai medan disana, dengan iklas bahagia berjuang di negeri orang, sebagai instruktur senam di Ibukota Pnom Phen, pastinya sangat terkenal disana... Lagu-lagunya Indonesia lagi... Musik dangdut, poco-poco.. Memang cocok dan disukai orang sana....
Itulah sosok Parmin yang saya ... kagumi, mampu menghibur banyak orang dengan inisiatif dan keberaniannya untuk mencoba dan melakukannya dengan iklas dan sungguh-sungguh.... Ternyata bisa.... Ternyata berhasil.... Dia punya semboyan, dimana bumi dipijak, disitu kita harus berjuang .....
Salut buat Parmin, perjuanganmu menginspirasi saya dan banyak orang ...... Sukses..!,,,

Jumat, 18 September 2009

Teringat Parmin saat di Kamboja..


Friday, Sept 19, 2009 at 4:24am

Waktu kuinjakkan kakiku dinegara Kamboja tahun 2006, jadi teringat syair lagu lama ' Menanti... Dibawah Pohon Kamboja.... Datangnya... Kekasih yang kucinta..... La...la..la.......' ternyata suasananya seperti Indonesia ditahun 70-an, orang-orangnya jadul, rumah-rumahnya, lampu remang-remang (hemat energy), bangunannya....
Karena hari belum terlalu malam walau masih capek karena perjalanan, sesampai dihotel chek in langsung jalan-jalan.. Berempat kami naik ojek, satu ojek bisa muat 2 penumpang, lucu motornya memang didesign seperti itu, empuk lagi karena shock becker dan sadelnya khusus,.. Sesampai ditepi sungai Mekong kami turun dan bayar USD $ 1, lalu kami jalan menelusuri sungai yang membelah kota Pnom Phen, disebelah kanan ada jalan raya dan pertokoan, perkantoran, bar, dan restoran.... Suasana malam itu agak ramai orang jalan dan orang duduk-duduk di bar dan restoran... (Berlanjut...)

Selasa, 15 September 2009

Kota SANGHAI yang mangagumkan.....


Selasa, 15-9-2009 at 11:32pm
Waktu kecil aku sering makang kacang Sanghai, yang diproduksi oleh tetangga didepan rumah... Saya tanya waktu itu sanghai itu nama apa sih?.. Dia bilang kota terbesar di China... Lalu terbayang dipikiranku seperti apa Shanghai... Indah pastinya, dan padat penduduknya....
Alhamdulillah bayangan masa kecil tentang Shanghai ternyata bisa saya kunjungi di tahun 2003.... indah... benar-benar indah... apalagi saat dimalam hari naik kapal disungai yang membelah kota Shanghai...terlihat disebelah kanan sungai bangunan lama peninggalan penjajahan Eropa dengan Lighting yang menarik, sebelah kanan terlihat Shanghai baru dengan gedung-gedung menjulang tinggi terlihat tower TV dengan dua bola yang menjadi ciri khas kota Shanghai.... INDAH.... Mengagumkan... Arsitek kota yang didesign dengan rapi dan spektakuler....
Pada tahun 2008 , 5 thn kemudian saya berkunjung lagi kesana, hebat... Perubahan yang sangat besar terjadi, gedung-gedung baru sudah tumbuh disana dengan ketinggian yang luar biasa.... Ditahun 2003 saya diatas tower TV yang tingginya 500 meter, sambil makan malam di restoran yang berputar didalam bola di-tengah-tengah tower, sambil menikmati keindahan kota dan sungai yang mengagumkan...
Ditahun 2008 saya berada dipuncak gedung yang diklaim tertinggi di dunia juga sambil melihat keindahan kota dengan lampu-lampu yang indah.... Dan akhir tahun ini juga ada rencana kesana, acara diskusi dengan R&D salah satu produsen perangkat Telko.... Saya pengin tahu ada kemajuan apalagi yang terjadi disana...
Saya jadi berfikir disini tentang Shanghai.... yang sengaja menjadi kebanggaan bangsa China, bahwa mereka mampu membangun kota terbesar, termegah di dunia... Mereka bilang membangun tower TV yang tingginya 500 meter dan sangat spektakuler itu hanya dalam tempo 1 thn... Luar biasa... Saya ikut kagum dengan kegigihan dan kerja keras bangsa china....
Tertantang...... proyek telepon pedesaan USO yang sedang saya handle berjumlah 24 ribu desa harus selesai 6 bulan.... Mudah2an bisa....:), dalam hati, masa nggak bisa.. Sedangkan chandi Roro Jonggrang aja jumlahnya seribu hanya dikerjakan dalam satu malam.... Ruar biasa....
Ini hikmah, tantangan, pelajaran.... Dengan kegigihan, kesungguhan,do'a, apapun bisa kita lakukan...
Semoga bisa.........:)

Kamis, 10 September 2009

Desa terakhir dipendakian Gunung Semeru...


Sunday, August 30, 2009 at 12:04am
Sewaktu kecil tiap hari ku pandangi Gunung Semeru yang tiap hari mengepulkan asap putih seperti sendawan... Malam hari terlihat lelehan lahar warna merah turun ke lereng sebelah selatan... Menakutkan sekali, terbayang bagaimana kalau semeru meletus, gunung tertinggi di pulau Jawa, pasti akan banyak korban..
Pada tanggal 20 Mei 09, akan ada peluncuran USO, RI-1 minta bisa menyapa menggunakan video Conference dari Jakarta ke empat titik, 3 desa diperbatasan, 1 desa terpencil. Dalam waktu 3 minggu kami menyiapkan titik2 itu, desa di Nunukan perbatasan dengan Malaysia, desa Breuh perbatasan dengan Papua Nugini, Desa Adaut perbatasan dengan Australia, dan desa Ranupani mewakili desa terpencil. Dalam waktu 3 minggu team instalasi satelite dikirim untuk memasang dan menyiapkan semuanya.
Keempat lokasi tersebut dengan waktu yang singkat akan dibuka isolasi telekomunikasi dengan menggunakan solusi Visat dan IP Pico BTS yang sudah teruji... Pada hari H saya bersama rombongan Dirjend berangkat ke Ranupani...di daerah Kabupaten Lumajang Jawa Timur. Kota Lumajang adalah tempat kelahiran saya... Tidak terbayangkan sebelumnya saya telah membantu membangun Fastel didesa daerah kabupaten tempat kelahiran saya... Alhamdulillah... Namun saya sendiri selama ini belum pernah berkunjung ke Ranupani...hihihih..
Ternyata perjalanannya cukup mengasyikkan, melalui hutan lindung, bukit yang menanjak terjal, jurang yang menganga, tetapi jalan cukup bagus, semua jalan beraspal walau sempit, sehingga dengan mobil Inova kami juga bisa naik sampai ke desa Ranupani..
Sebelum naik kami mampir dulu kekota Lumajang, karena kami tahu di sana nanti udara sangat dingin, sedangkan teman seperjalanan Direktur Satelite tidak membawa jacket dan kaos tebal, kami harus beli dulu di kota, maka ku telepon sahabat saya pegawai Rumah sakit untuk mengantar belanja, setelah ketemu kami diantar kebeberapa toko akhirnya dapat juga, harganya sangat murah untuk ukuran orang Jakarta, harga sweeter 100 ribu, jacket 125 ribu, tanpa ditawar langsung kami bayar, kemudian belanja lain-lain, kaos kaki tebal, makanan kecil, kopi, jahe untuk kebutuhan diatas.. kemudian check in diHotel dengan tarif 200 ribu semalam, setelah mandi dan istirahat sejenak kami lanjutkan perjalanan ke RanuPani..
Sesampai didesa yang dituju memang benar dingin sekali, konon pada bulan desember suhunya sampai dibawah nol derajad celsius... Malam itu kami check persiapan teknis untuk acara tersebut, semua berjalan lancar, kemudian kami duduk-duduk didepan tungku dirumah kepala desa bersama Pak Dirjend, disana kakek umur 80 an namanya Pak Tasrip, sempat Pak Dijend tanya sama beliau ' Pak seandainya sudah ada telepon disini yang pertama kali Bapak Telpon siapa?... Dengan polos Pak Tasrip menjawab ' saya akan telpon Dirjend Postel'... Hahahaha semua pada tertawa, dan ada yang nyelonong tanya 'memangnya Bapak tahu siapa Dirjend Postel?..' , dengan polos pula Pak Tasrip menjawab 'Tidak Tau'... 'lho yang didepan Bapak ini Dirjend Postel'.. Dengan tersipu Pak Tasrip langsung berjabat tangan dengan Pak Dirjend dan mengucapkan terima kasih atas Program USO nya.... Indah sekali, terharu, ternyata program ini sangat ditunggu-tunggu masyarakat, Pak Tasrip mewakili masyarakat Ranupani yang menunggu bertahun-tahun untuk bisa komunikasi dengan dunia luar, mereka butuh untuk menyapa sanak saudara, dan untuk keperluan bisnis...
Ternyata semalaman saya tidak bisa jauh dari tungku, jauh sedikit badan sudah menggigil karena dinginnya sampai menusuk kedalam tulang, apalagi malam itu ada rombongan wartawan datang jam 2 malam, kemudian datang lagi jam 4 pagi, ada ber puluh-puluh wartawan semua duduk didepan tungku dengan suguhan kopi panas dan Indo mie rebus... Sambil ngobrol minum kopi tidak terasa matahari mulai terbit, jam 5.30 mereka pada keluar jalan-jalan sambil menikmati pemandangan pagi yang indah, ada yang naik sampai ke lautan pasir, sambil berfoto ria...
Hari semakin siang panggung dan lain-lin sudah dipersiapkan dengan matang, kemudian datang rombongan Dirut Telkomsel, kemudian Rombongan Bupati Lumajang dan pejabat lainnya,,, maka acara dapat dimulai, setelah pidato sambutan, lalu test call berhasil dengan baik, Pak Dirjend call ke Pak Sekjend, Pak Tasrip mewakili masyarakat call ke anaknya di Lumajang... Tepuk tangan meriah dari seluruh undangan dan wartawan, Ranupani sudah resmi terbuka dari isolasi Telekomunikasi dan Informasi, karena Internet juga bisa dilakukan disana.... Acara berikutnya adalah Video Conference dengan Bapak Presiden sekaligus dengan 3 desa diperbatasan.... Senang sekali, bahagia...sudah bisa melayani daerah-daerah yang selama ini sulit dibangun, sangat sulit karena geografis diatas gunung, diperbatasan, siapa yang mau... Tetapi solusi yang kami rancang dari inovasi rekayasa jaringan yang cocok dengan kondisi geografis Indonesia, ternyata berhasil kwalitas sangat baik.... Alhamdulillah semua berkat petunjukNya..
selesai acara kami kembali ke Jakarta, tetapi saya sempatkan semalam untuk reuni dengan teman2 SMA, lalu mendatangi keluarga dan para tetangga sewaktu saya kecil... Akhirnya saya kembali ke Jakarta dengan rasa puas dan sangat bahagia........

Sepanjang jalan kenangan di kota Samarinda...


Sunday, September 6, 2009 at 8:56pm\
Malam itu aku kelilingi jalan-jalan yang pernah aku jalani 22 tahun yang lalu sejak aku tinggalkan kota ini, ternyata sudah berubah, sdh sangat maju, ramai dan tak ada orang yang kukenali lagi walau masih teringat dipikiranku setiap hari aku lalui...
Oh.. Kota ini semakin indah .. tak ada lagi rumah kumuh ditepian sungai Mahakam... Yang ada taman yang indah, jembatan yang indah, lampu-lampu yang indah, mesji-masjid yang indah... Alhamdulillah.... kemajuan yang luar biasa setelah 22 tahun ku tinggalkan...
Malam itu keuberanikan mengetok salah satu rumah, tetangga yang baik, masih ingatkah dia.... Eh.. Ternyata masih ada orang yang aku kenal, dengan sedikit terkejut tapi kulihat wajah bahagia melihat aku... dengan semangat dia ceritera tentang orang2 yang pernah aku kenal...
Terbayang dipikiranku saat pertama kali aku datang ke Samarinda, usiaku baru 22 tahun saat itu... tetapi perusahaan menempatkan untuk bekerja disana..setelah lulus pendidikan selama dua setengah tahun di Bandung... Di usiaku yang masih muda, Allah telah melimpahkan rezeki yang banyak, diluar dugaan ternyata disana aku menjadi orang yang langka, menjadi seorang teknisi elektro yang masih sedikit jumlahnya, dan sangat dibutuhkan bukan hanya kepentingan kantor, tetapi banyak perusahaan yang memerlukan bantuanku..Dengan semangat muda yang luar biasa siang malam banting tulang, peras pikiran, rezeki itu datang, uangku banyak hingga dalam waktu 6 bulan kuputuskan untuk berumah tangga... Walau banyak sekali bunga-bunga yang indah tetapi kupetik salah satunya tuk mendampingiku....
Terkenang saat itu bunga-bunga yang indah dari beragam suku, ada jawa, banjar, bugis arab, dayak, bahkan bunga dari pakistan... semuanya begitu indah... Ya Allah kenangan itu sungguh membahagiakan selama hidupku... Dengan modal mengajar matematika, bermain gitar, bernyanyi walau hanya ala kadarnya, tetapi mereka semua senang menyambut kerianganku... Ditempat kerja aku suka berinovasi, sehingga banyak sekali hasil karyaku yang bermanfaat.... Bahagia sekali ... Tidak ada yang sulit rasanya dalam perjalanan ini, dengan optimis dan positif kalau semua tantangan ini kita hadapi, hasilnya pasti positif juga... Sehingga semangat datang setiap hari, keceriaan dan kebahagiaan datang setiap hari, sampai kini semangat itu masih ada....
Mengapa saya selalu cepat melupakan kesedihan, kegagalan, walau itu ada...dan saya selalu bersaha menghindarinya.. Yang selalu saya ingat setiap hari adalah kebahagiaan, kesenangan, keberhasilan, dan setiap hari berusaha melakukan itu...ini sudah menjadi pola hidup...
Mudah2an Allah menunjukkan jalannya yang benar.... Prinsip utama yang saya jalani adalah membahagiakan orang lain... Itulah kebahagiaan saya....
Perjalanan kekota Samarinda mengingatkan saya, saat mengawali sosialisasi dengan masyarakat,...dan meletakkan landasan menuju kehidupan yang panjang... Mudah-mudahan jalan yang aku tempuh ini benar... Ihdinnas syirootolmustaqimm......


Jumat, 28 Agustus 2009

Perjalanan ke Kampung di atas Pegunungan Halimun..



Perjalanan ke Kampung diatas pegunungan Halimun..
Today (Saturday August 29th, 2009)at 8:54am
Uploaded via Facebook Mobile
Udara sejuk segar dan pemandangan yang indah, sawah, kebun tertata rapi dilereng lereng pegunungan halimun, terlihat juga sekumpulan rumah nampak per blok, perblok lagi terlihat di lereng lain, jalan tanah dan batu terlihat diseberang lereng gunung, membuat para trailler dan penggemar Off Road menyukai daerah ini sebagai ajang latihan. Didaerah ini ada komunitas masyarakat Kasepuhan Cipta Gelar, yang terdiri dari beberapa dusun, ada sekitar 25 ribu jiwa, mereka masih mempertahankan sistem nilai, norma dan prilaku sehari-harinya dalam kehidupan sosial budaya, kepercayaan dan sosial ekonomi berdasarkan pengetahuan yang diwarisi para leluhurnya. Mereka dipimpin oleh seorang Abah... Sekarang namanya Abah Ugi, anak dari Abah Anom (alm), Asal usul leluhur komunitas kasepuhan berhubungan dengan para penguasa Kerajaan Sunda Hindu yang berpusat di Pakuan Pajajaran Bogor, selain itu dihubungkan pula dengan keturunan Pancer Pangawinan.
Perjalanan yang melelahkan melewati jalan berbatuan serta tanjakan yang terjal, memang mengasyikkan bagi penggemar Trail dan Mobil Off Road. Sesampai dikampung Cipta Gelar terdengar suara-suara keramaian, ada gamelan ada wayang golek, bahkan musik Dang Dut, orang berjulan baju, mainan, makanan dll.. Eh ternyata memang ada acara adat Seren Taun, yang berlangsung sepekan sehingga banyak orang-orang dari Jakarta Sukabumi, dan kota-kota lain berdatangan,,, sedangkan kami kesana dalam rangka Peluncuran Telepon Pedesaan dan Internet... Malam itu udara sangat dingin tapi disekitar panggung utama sudah banyak masyarakat yang berdatangan ingin menyaksikan peluncuran dan demo Internet, serta sosialisasi.... Saya bersyukur sukses acaranya dan masyarakat menyambut Era Baru, dengan dibukanya Isolasi Informasi di Kasepuhan Cipta Gelar dengan Dunia Luar, terharu, tapi bahagia... Indahnya hidup ini bisa membantu orang lain....
Selesai acara, saya jalan-jalan ke tempat hiburan lain, astaufirullah haladzim.. Ada panggung dang dut dan acara saweran... Masyarakat yang lugu telah dikotori oleh hiburan yang tidak pantas untuk mereka, ... Saya lihat orang-orang dari kota lain yang bergoyang bersawer disana... Mereka memberi contoh yang kurang baik saya kira.... Malam semakin larut udara semakin dingin , saya bingung tidur di tenda tidak tahan, tulang terasa ngilu, masuk ke mobil, didalam terasa seperti kulkas....hmmm .. Saya lari-lari , jalan ... Mendekati sekelompok orang dengan api unggun, akhirnya saya bergabung disana sambil menyaksikan Wayang Golek sampe pagi.. Menjelang jam 5 , kami siap-siap turun meninggalkan desa, dan rombongan pada kumpul, dengan sarapan indo mie dan kopi panas terasa tubuh kembali hangat dan semangat.... Akhirnya kami naik kendaraan kembali ke Jakarta.. Disepanjang jalan saya tidur balas dendam semalaman ga bisa tidur..
Yang unik dari cerita supir saya 'Leboy', dia seorang yg hobby bermain Motor Trail, dan kadang Mobil Off Road, sering mengunjungi daerah ini, mereka sering bermalam di kasepuhan Cipta Gelar, pelayanan Mayarakat disini termasuk Abah sangat baik terhadap tamu, kita tidak boleh membayar makan, atau penginapan, semua tersedia gratis, paling2 barter dengan barang2 tertentu dari kota.... Abah sangat berwibawa, masyarkat sangat patuh , hormat sama abah... Abah Anom telah wafat diusia 48 thn, dan sekarang diganti oleh Abah Ugi usia 23 thn, ada cerita-cerita klenik, tapi tidak patut saya tulis disini........ Hihihi…..
Pengalaman yang indah walau melelahkan, dari perjalanan Off Road sebelumnya, di sulwesi, Ranu Pane, dipegunungan Halimun ini saya rasa yang paling berat.... Karena medan berbatu dan tanjakan yang sangat terjal... Tetapi pemandangan yang indah diatas... Tidak ada duanya.... Asyikk..


Rabu, 12 Agustus 2009

Dasar Hukum Puasa Romadhon

Assalaamualaykum wa Rohmatullaahi wa Barokaatuh

Muslimin dan Muslimat ysh, sekedar sharing untuk mengingatkan
perihal ibadah Puasa Romadhon, maka niatkanlah dengan tekad dan pikiran
yang positif untuk melaksanakannya, insya Allah, semoga Allah SWT
mengabulkan permohonan do'a hambaNya, aamiin.

Puasa ialah menahan diri dari makan, minum dan bersenggama mulai dari
terbit fajar sampai terbenamnya matahari.
Orang yang wajib menjalankan Puasa Romadhon yaitu diwajibkan atas seorang
Muslim yang Berakal, Baligh, Sehat, Mukim, dan bila ia seorang Wanita maka
harus Bersih dari Haidh dan Nifas.

Rukun Berpuasa
a. Berniat sebelum munculnya fajar.
Hadits Rosulullaah, Beliau bersabda : “Barangsiapa yang tidak berniat
berpuasa sebelum fajar maka tidak ada puasa baginya.” (HR. Ahmad dan
Ashobus Sunan)
b. Menahan diri dari setiap perkara yang membatalkan Puasa dimulai dari
terbit fajar hingga terbenamnya matahari.
Hadits Rasulullaah, Beliau bersabda : “Jika muncul malam dari arah sini
(barat) dan hilangnya siang dari arah sini (timur) dan matahari telah
terbenam, maka telah berbukalah orang yang berpuasa.” (HR. Al-Bukhari dan
Muslim)

Dasar Hukum Puasa Romadhon :
1. Merupakan Rukun Islam yang ke-tiga. Ibnu Utsaimin rahimahullah
mengatakan, “Puasa Romadhon merupakan salah satu rukun Islam. Inilah
kedudukannya (yang mulia) di dalam agama Islam. Hukumnya adalah wajib
berdasarkan ijma’/kesepakatan kaum muslimin karena Al-Kitab dan As-Sunnah
menunjukkan demikian.” (Syarh Riyadhush Shalihin, 3/380).
2. Surat-2 Al-Baqorooh ayat-183 : “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan
atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu
agar kamu bertakwa”,
3. Surat-2 Al-Baqorooh ayat-184 : “(yaitu) dalam beberapa hari yang
tertentu. Maka barangsiapa diantara kamu ada yang sakit atau dalam
perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa) sebanyak
hari yang ditinggalkan itu pada hari-hari yang lain. Dan wajib bagi
orang-orang yang berat menjalankannya (jika mereka tidak berpuasa) membayar
fidyah, (yaitu): memberi makan seorang miskin. Barangsiapa yang dengan
kerelaan hati mengerjakan kebajikan, maka itulah yang lebih baik baginya.
Dan berpuasa lebih baik bagimu jika kamu mengetahui
4. Surat-2 Al-Baqorooh ayat-185 : “(Beberapa hari yang ditentukan itu
ialah) bulan Romadhon, bulan yang di dalamnya diturunkan (permulaan) Al
Quran sebagai petunjuk bagi manusia dan penjelasan-penjelasan mengenai
petunjuk itu dan pembeda (antara yang hak dan yang bathil). Karena itu,
barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat tinggalnya) di bulan
itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu, dan barangsiapa sakit atau
dalam perjalanan (lalu ia berbuka), maka (wajiblah baginya berpuasa),
sebanyak hari yang ditinggalkannya itu, pada hari-hari yang lain. Allah
menghendaki kemudahan bagimu, dan tidak menghendaki kesukaran bagimu. Dan
hendaklah kamu mencukupkan bilangannya dan hendaklah kamu mengagungkan
Allah atas petunjuk-Nya yang diberikan kepadamu, supaya kamu bersyukur.
5. Surat-2 Al-Baqorooh ayat-187 : “Dihalalkan bagi kamu pada malam hari
bulan puasa bercampur dengan isteri-isteri kamu; mereka adalah pakaian
bagimu, dan kamupun adalah pakaian bagi mereka. Allah mengetahui bahwasanya
kamu tidak dapat menahan nafsumu, karena itu Allah mengampuni kamu dan
memberi ma'af kepadamu. Maka sekarang campurilah mereka dan ikutilah apa
yang telah ditetapkan Allah untukmu, dan makan minumlah hingga terang
bagimu benang putih dari benang hitam, yaitu fajar. Kemudian sempurnakanlah
puasa itu sampai (datang) malam, (tetapi) janganlah kamu campuri mereka
itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid. Itulah larangan Allah, maka
janganlah kamu mendekatinya. Demikianlah Allah menerangkan ayat-ayat-Nya
kepada manusia, supaya mereka bertakwa.
6. Surat-97 Al-Qodr ayat-1~5 : “Sesungguhnya Kami telah menurunkan Al
Qur’an pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam
kemuliaan itu lebih baik dari seribu bulan. Pada malam itu turun
malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur
segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.”
7. Rasulullaah sholallaahu ‘Alayhi wa Salaam, Beliau bersabda membawakan
firman Allah Subhanahu wa Ta’ala (dalam hadits qudsi), “Dan tidaklah
hamba-Ku mendekatkan diri kepada dengan suatu amalan yang lebih Aku cintai
daripada dengan menunaikan kewajiban yang Aku bebankan kepadanya.” (HR.
Bukhari [6502] dari Abu Hurairah Radhiyallaahu’Anhu).
8. Hadits Rosulullaah, Beliau bersabda : “Sholat lima waktu, dari Jum’at
(yang satu) menuju Jum’at berikutnya, (dari) Romadhon hingga Romadhon
(berikutnya) adalah penghapus dosa di antaranya, apabila ditinggalkan
dosa-dosa besar.” (HR. Muslim)
9. Hadits Rosulullaah, Beliau bersabda : “Barangsiapa yang berpuasa pada
bulan Romadhon dengan keimanan dan mengharap ridho Allah, akan diampuni
dosa-dosanya yang terdahulu.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Abu Hurairah
RA)
10. Hadits Rosulullaah, Beliau bersabda : “Bila datang bulan Ramadhan
dibukalah pintu-pintu surga, ditutuplah pintu-pintu neraka dan
dibelenggulah para setan.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim).

Demikian disampaikan, mohon maaf jika kurang berkenan, terima kasih.

Waassalaamualaykum,
M. Sufron Chaffas.

Selasa, 11 Agustus 2009

BILA CINTA BERSEMI DI USIA SENJA



Bila Cinta bersemi di Usia Senja

Semua indah yang dilihatnya
Hujan badai tak jadi penghamabat menemui kekasih
Lewat tengah malampun menambah kemesraan menemui kekasih
Kemercik air padasan mengiringi pertemuan dengan-Nya

Kekasih datang mebawa sekuntum keindahan
Kekasih datang menyelimuti kesempurnaan yang dikasihani
Keindahan tersingkap oleh datangnya kekasih
Jiwa larut dalam lautan kasih

Bila jiwa menyatu dalam lautan kasih
Pikiran hina,nesta dan nafsu setanpun takberkutik
Terbenam terkubur dalam genggaman kasih
Hanya jiwa yang teguh dapat mengerti rahasia kasih

Jiwaku terguncang oleh kecantikan Laila
Kecantikannya memancarkan ciri ciri Illahi
Bagai mana jiwa ini akan menjadi cantik
Bila jiwa ini tak lagi mempunyai kaindahan

Bila jiwa ini tak lagi mempunyai keindahan
Bagaiman kerinduhan bersemi terhadap yang maha kasih
Bila aku tak sedang jatuh cinta pada surga
Maka tak akan aku mencari kesucian

Bulan Romadhan segera tiba
Disanalah anak anak tangga kasih ditunjukan
Kasih naik kejenjang keindahan tertinggi
Melewati anak anak tangga jiwa yang bersujud

Bila Mentari tak sedang Jatuh Cinta
Tak ada cahaya keindahan diwaktu senja
Bila di usia senja tak ada kasih sayang
Disaat tenggelampun tak terpancar keindahan.
By : Roch,Jum'at7Agustus 2009

Saat Ini Hari Ini Hidupmu



Saat Ini Hari ini Hidupmu

Resah gelisah karena banyak yang dipikirkan
Gundah cemas banyak memikir masa depan
Sungguh lancang manusia yang demikian
Memikir sesuatu yang belum di tetapkan

Sedih meratap masa silam yang ditinggalkan
Kesal menyesal merenungi kegagalan
Walau kau tangisi siang dan malam
Tak sejengkalpun terjadi perubahan

Memikir masa lalu dan masa depan menjadi beban
Beban penderitaan terakumulasi di masa sekarang
Masa sekarang adalah hari ini saat ini
Hari ini saat ini kau terkesimak

Kau terpaku diam membisu
Tak setitikpun melakukan sesuatu
Se akan mati dalam kehidupan
Bagai patung dirundung kelaparan

Beban penderitaan telah melilit kehidupan
Sungguh kelalaian yang tak dirasakan
Kau sia siakan liku liku kehidupan
Hampa dan hampa yang dirasakannya

hari ini saat ini kau diberi kesempatan
Manfaatkan, saat ini hari ini milikmu
Bersyukur bertobat beramal dan berdoa
Hari esok masih ada atau tidak aku tak tahu

By : Roch , Selasa 11 Agustus 2009

Senin, 10 Agustus 2009

Cak Hartadi jagoan Bowling


Ini adalah foto Cak Hartadi mewakili Telkom pada Tournamen Pertandingan Bowling Antar Perusahaan di Surabaya. Secara aklamasi beliau diangkat sebagai pelatih rekan-rekan Telkom khususnya UNER-5 Surabaya.

Bang Jorius Pindah




Anggap saja untuk persiapan menjelang MPP, bang Jorius Sumapouw yg sebelumnya sebagai GM UNES Finance and Banking sekarang dpindahkan ke MCC. Waktu saya hubungi handphone-nya beliau lagi di Purwakarta untuk suatu projek, dan mengajak kerjasama untuk menangani outlet kirim/terima uang para TKI, khususnya di daerah basis TKI seperti Madiun dsb. OK, siap boss.

Jumat, 07 Agustus 2009

Ketemu Mas Kun di Stasiun Madiun


Tgl 8-8-2009 hari Sabtu rencana saya mau ikut latihan terpadu (nasional) Bela diri "Sinar Putih" di pantai Parang Kusumo Yogyakarta. Tapi karena ada acara lain rencana itu batal. Pada waktu yang bersamaan anakku ragil berangkat dari Yogyakarta ke Surabaya naik KA Sancaka mau ikut acara Reuni SMAN6 Surabaya besok, karena tidak bisa mampir ke rumah, saya dan isteri ke Stasiun KA Madiun. Alhamdulillah, meskipun sebentar kami bisa ketemu dia, untuk obat kangen. Di luar dugaan rombongan teman-teman Telkom Surabaya yang akan latihan di Parang Kusumo juga naik KA Sancaka Surabaya-Yogyakarta. Alhamdulillah, meskipun sebentar saya ketemu rekan alumni mas Kun Agustiono dan sempat mengambil fotonya menjelang KA Sancaka berangkat ke Yogyakarta (foto di atas). Selamat berlatih semoga lancar.....

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design