Selasa, 13 April 2010

SHOWROOM MOBKAS SURYO PUNYA


Rekan's Ytc, Assalamualikum wrwb.
Alhamdulillah berkat Ijin Allah Swt saya bisa membuka Showroom Mobil bekas di Jl. Guntursari Wetan, ruko No. 37 Bandung (Daerah Buahbatu),Tel.022.7314659, tentunya...ya pakai uang Pendi.
Ruko juga sewa, Showroom dibuka pada tanggal 24 Maret 2010.
Pengelolaan Showroom saya secara teknis & administrasi saya serahkan kepada orang yang sudah ahli di bidang Mobkas, dengan system sharing net profit. Soal keuangan tetap saya kelola sendiri, tidak terlalu njlimet kok.
Sampai saat ini sudah bisa menjual 2 unit, sudah bisa menutup seluruh biaya & untung dikiiiit.
Mudah2an minggu2 berikut kalau ada yang laku..ya sudah jadi keuntungan.
Saya akan sharing juga, tapi nanti saja ya kalau showroom sudah benar2 menguntungkan.
Kalau rugi dishare ke temen2 kan lucu.
Mangga kalau ada temens mo jual atau beli tinggal kontak2 saja, tapi ya harus maklum kalau sama pedagang...ha2. Kalau sama temens ya bisa cincai lah, tidak nggorok leher, so pasti saya bantu.
Okey temens, terima kasih, met beraktivitas, met istirahat, salam untuk seluruh keluarga, lain waktu kita sambung lagi.

Senin, 12 April 2010

FRESHMART


Kang Herry Wiratno setelah pensiun dini tahun 2009 membuka usaha baru yaitu berniaga berbagai jenis sayur-mayur (organik) dan daging sapi (lokal). FRESHMART demikian brand yang dipergunakan dengan lokasi di Ruko Jl. Terusan Jakarta (Antapani) depan/seberang Pom Bensin. Hanya foto-foto tersebut yang dapat kami sajikan, kalau mau melihat lebih detail silahkan belanja ke sana. Semoga sukses dan barokah. Amin.

Enam Pilar Azasi Pemimpin Bermental Kaya


Enam Pilar Asasi Pemimpin Bermental Kaya
(LSAP fb note, Selasa 13-4-2010 at 3:26am)

Menurut Stephen R. Covey, untuk mencapai pemimpin level 5 – yang disebut pemimpin yang punya trust and respect – mereka harus memiliki tiga pondasi mendasar dalam menjalani kehidupannya :

1. Integritas (Integrity)
2. Kematangan (Maturity)
3. Kekayaan mental (Abundance Mentality)

Setiap pondasi ini memiliki penjelasannya masing-masing. Seorang pemimpin yang punya integritas tahu bahwa apa yang ia “katakan” harus sesuai dengan apa yang ia “lakukan”. Dia tidak bermuka dua, disatu sisi ia berkoar-koar tentang sesuatu, namun di lain sisi ia melakukan hal-hal yang tidak sesuai dengan perkataannya.

Pemimpin level 5 juga harus punya kematangan dalam menjalani kehidupannya. Jim Collins mengistilahkannya dengan “seseorang yang selesai dengan dirinya.” Seseorang disebut matang ketika orang itu sudah sadar bahwa dirinya memiliki rasa tanggung-jawab terhadap apa yang ia lakukan didalam hidupnya. Maka dari itu, seorang pemimpin level 5 tahu bahwa segala yang ia lakukan harus ia pertanggungjawabkan.

Dan satu hal pondasi penting lagi yang harus dimiliki pemimpin level 5 adalah kekayaan mental. Mereka sadar untuk menjadi seorang great leader mereka harus memiliki mental yang kaya karena mereka tahu bahwa tanpa mental yang kaya, mereka hanya akan menjadi seorang yang diktator yang hanya mementingkan dirinya sendiri tidak memikirkan regenerasi kelanjutan kepemimpinannya. Kekayaan mental ini disebut dengan mental yang keberlimpahan. Setidaknya Covey telah merumuskan enam pilar asasi yang harus dimiliki pemimpin yang bermental kaya yaitu,

1. I am return to the right and basic source. (Saya kembali pada sumber yang mendasar dan benar).

Ketika mereka menghadapi suatu permasalahan yang pelik dan kompleks, maka mereka akan kembali pada sumber yang mendasar dan benar. Sebagai orang yang beragama, kita meyakini sebesar-besarnya bahwa hanya ada satu sumber yang mendasar dan benar yang harus dijadikan sumber bagi mereka yang merasa pemimpin yang bermental kaya di dunia ini, yaitu Tuhan, sumber-sumber lainnya – yang telah dirumuskan manusia – mereka jadikan sebagai sumber tambahan. Saat belajar suatu mata kuliah/buku, kita pasti memerlukan buku referensi dasar untuk memberikan jawaban pertanyaan-pertanyaan yang ada di benak kita. Pun demikian juga sebagai seorang pemimpin, mereka juga harus bisa menjawab tantangan dan problematika jamannya dengan sumber yang mereka miliki.

2. I seek solitude and enjoy nature. (Saya mencari kesunyian dan menikmati alam).

Seorang pemimpin yang memiliki mental yang kaya selalu memiliki waktu untuk menyendiri merenungi apa yang telah dia lakukan selama ini. Mereka dapat membagi waktunya dengan baik kapan mereka harus memenuhi hak publiknya dan hak privatnya. Mereka mengintrospeksi apa yang telah ia lakukan selama masa kepemimpinannya. Mereka meyakini bahwa ini adalah tugas yang penting karena waktu mereka terbatas untuk melakukan sebuah perubahan didalam masa kepemimpinannya. Karena itu mereka terus dan terus memperbaiki dirinya didalam sebuah kesunyian agar mereka khusyuk dan mendapatkan jawaban atas evaluasi dirinya.

3. I sharpen the saw regularly. (Saya menajamkan gergaji saya dengan teratur).

Setiap orang punya senjata untuk menjalani kehidupannya. Kita ambil contoh seorang tukang kayu. Seorang tukang kayu mempunyai senjata yang bernama gergaji. Gergaji ini terus dia pakai untuk memotong pohon setiap harinya. Namun untung tukang kayu ini adalah orang yang sangat cerdas. Ia selalu mengasah gergajinya secara teratur sehingga gergajinya selalu tajam dan mampu untuk memotong pohon. Sesuai dengan tema kali ini, maka yang jadi pertanyaan adalah, “senjata apa yang dimiliki seorang pemimpin yang bermental kaya?” Jawabannya adalah kompetensi. Setiap pemimpin punya kompetensi dalam menjalankan tugasnya. Sama seperti si tukang kayu, pemimpin yang punya mental yang kaya sadar bahwa mereka harus senantiasa mengasah kompetensinya. Mereka yakin bahwa “since good is never good enough”. Mereka harus selalu siap menghadapi situasi dan kondisi yang senantiasa berubah sepanjang waktu, sumber daya yang selalu dinamis dan tantangan yang bertambah-tambah seiiring berjalannya waktu.

4. I serve others anonymously. (Saya melayani orang dengan tidak diketahui namanya).

Inilah yang membedakan antara pemimpin yang bermental kaya dan pemimpin yang bermental miskin. Bagi mereka, kepopuleran itu bukanlah hal yang penting. Namun yang terpenting dan menjadi hal yang paling membahagiakan bagi mereka adalah mereka dapat melihat senyuman bahagia orang lain. Adalah sebuah kisah seorang tokoh pimpinan pernah mengangkat sekarung gandum sendirian dimalam hari untuk mengantarkannya kepada sebuah keluarga yang sangat miskin pada waktu itu. Mengapa ia melakukannya sendiri, padahal ia adalah seorang pimpinan? Mengapa ia melakukannya pada malam hari? Dialah seorang pemimpin bermental kaya. Jawabannya hanya satu, karena dia hanya mengharapkan sebuah pengabdian demi Tuhan dengan keikhlasan melayani orang lain.

5. I maintain a long therm intimate relationship with another person. (Saya memelihara keakraban dengan orang lain).

Seorang pemimpin mungkin bisa menjadi seseorang yang penting didalam sebuah tim. Namun seorang pemimpin tidak akan mampu menggantikan sebuah tim. Itulah inti dari team work. Ada pemimpin dan ada pengikut. Keduanya harus memelihara keakraban mereka. Ciri lain kepemimpinan yang sukses adalah ia mampu menghasilkan generasi penerus yang sama atau bahkan lebih baik dari dirinya. Untuk itu pulalah ia harus memelihara keakraban dengan orang lain. Karena disana ia akan menjalankan kaderisasi, dan ia dapat memilih dan memilah mana orang yang tepat yang dapat ia kader untuk menjadi pengganti dirinya.

6. I am problem solver. (Saya adalah ahli dalam menyelesaikan masalah).

Mereka berbeda dengan orang biasa. Ketika orang biasa berkata bahwa “kita punya masalah ini dan itu!” maka mereka telah berkata “Inilah solusinya”. Seorang pemimpin bermental kaya bosan terhadap pertanyaan dan pernyataan tentang problem yang dihadapi zamannya. Bagi mereka itu adalah hal yang sia-sia. Yang mereka harapkan hanyalah kehadiran mereka mampu memberikan solusi terhadap problem apa yang terjadi saat itu. Saat ini, negeri Indonesia butuh bukan hanya pemimpin visionary, yang mampu memimpikan sebuah hal yang indah tentang Indonesia, namun negeri ini butuh pemimpin transformatif, pemimpin yang punya visi namun juga sekaligus memiliki langkah nyata untuk mencapai visinya itu. Mereka itulah yang disebut dengan problem solver.

Menurut kajian Covey, pada masa lalu mereka yang dijadikan pilihan dan panutan oleh masyarakat atau yang mereka sebut pemimpin adalah mereka yang terbukti jujur, rendah hati, berani membela kebenaran, sederhana, tulus, konsisten, penolong, pemaaf atau secara garis besar adalah mereka yang memiliki kekuatan karakter yang baik menurut perspektif universal.

Namun setelah itu bahkan hingga sekarang ada kecenderungan masyarakat memilih panutan atau sosok yang cenderung mereka pilih sebagai pemimpin adalah yang lebih banyak memiliki kemampuan atau kepribadian yang tampak di permukaan. Tak heran bila kemudian mantan bintang film, orator, public figure lebih mudah meraih posisi sebagai pemimpin dibanding mereka yang jujur, berdedikasi, pekerja keras, rendah hati, dan memiliki ketulusan dalam bekerja.

Bicara tentang pemimpin sebenarnya kita membicarakan diri kita masing-masing. Tanyakanlah kepada diri sendiri, mengapa orang-orang di lingkungan rumah atau tetangga mau mengikuti kita, apakah karena kita mengedepankan posisi sebagai orang tua, jabatan atau kemampuan kita menjadi donatur utama bila ada kegiatan-kegiatan kemasyarakatan? Ataukah kita memang mengembangkan karakter jujur, rendah hati, sederhana, memegang komitmen atau semacamnya?

Kita semua adalah pemimpin, setidaknya adalah pemimpin bagi diri sendiri. Siapa tahu dari kemampuan kita memimpin diri dapat memberikan inspirasi bagi orang-orang sekitar kita untuk membangun karakter-karakter yang baik secara kolektif. Selamat menjadi pemimpin.

Kamis, 08 April 2010

UU Lalu Lintas No.22 Th. 2009


Cepat atau lambat UU Lalu Lintas No. 22/2009 akan segera diberlakukan. Ditlantas Polresta Madiun telah memberikan sosialisasi tentang Undang-undang Lalulintas No. 22/2009 di beberapa kelurahan. Tidak semuanya disosialisasikan, tetapi dipilih yang penting-penting saja dan sering terjadi di masyarakat jalan raya. Polresta Madiun telah membuat brosur sosialisasi tersebut. Silahkan klik "baca semua" jika anda ingin mengetahui lebih detail. Jika tulisan di brosur terlalu kecil silahkan klik brosur tersebut. Terima kasih








Anak-anak Karbitan


Lucas SAP fb note, Kamis 8-4-2010 at 7:39pm
Anak-anak yang digegas
Menjadi cepat mekar
Cepat matang
Cepat layu...

Oleh Dewi Utama Faizah, bekerja di Direktorat pendidikan TK dan SD Ditjen Dikdasmen, Depdiknas, Program Director untuk Institut Pengembangan Pendidikan Karakter divisi dari Indonesia Heritage Foundation.

Pendidikan bagi anak usia dini sekarang tengah marak-maraknya. Dimana mana orangtua merasakan pentingnya mendidik anak melalui lembaga persekolahan yang ada. Mereka pun berlomba untuk memberikan anak-anak mereka pelayanan pendidikan yang baik. Taman kanak-kanak pun berdiri dengan berbagai rupa, di kota hingga ke desa. Kursus-kursus kilat untuk anak-anak pun juga bertaburan di berbagai tempat. Tawaran berbagai macam bentuk pendidikan ini amat beragam. Mulai dari yang puluhan ribu hingga jutaan rupiah per bulannya. Dari kursus yang dapat membuat otak anak cerdas dan pintar berhitung, cakap berbagai bahasa, hingga fisik kuat dan sehat melalui kegiatan menari, main musik dan berenang. Dunia pendidikan saat ini betul-betul penuh dengan denyut kegairahan. Penuh tawaran yang menggiurkan yang terkadang menguras isi kantung orangtua ...

Captive market I
Kondisi diatas terlihat biasa saja bagi orang awam. Namun apabila kita amati lebih cermat, dan kita baca berbagai informasi di intenet dan lileratur yang ada tentang bagaimana pendidikan yang patut bagi anak usia dini, maka kita akan terkejut! Saat ini hampir sebagian besar penyelenggaraan pendidikan bagi anak-anak usia dini melakukan kesalahan. Disamping ketidakpatutan yang dilakukan oleh orang tua akibat ketidaktahuannya!

Anak-Anak Yang Digegas...
Ada beberapa indikator untuk melihat berbagai ketidakpatutan terhadap anak. Diantaranya yang paling menonjol adalah orientasi pada kemampuan intelektual secara dini. Akibatnya bermunculanlah anak-anak ajaib dengan kepintaran intelektual luar biasa. Mereka dicoba untuk menjalani akselerasi dalam pendidikannya dengan memperoleh pengayaan kecakapan-kecakapan akademik dl dalam dan di luar sekolah.

Kasus yang pernah dimuat tentang kisah seorang anak pintar karbitan ini terjadi pada tahun 1930, seperti yang dimuat majalah New Yorker. Terjadi pada seorang anak yang bernama William James Sidis, putra seorang psikiater. Kecerdasan otaknya membuat anak itu segera masuk Harvard College walaupun usianya masih 11tahun. Kecerdasannya di bidang matematika begitu mengesankan banyak orang. Prestasinya sebagai anak jenius menghiasi berbagai media masa. Namun apa yang terjadi kemudian ? James Thurber seorang wartawan terkemuka. pada suatu hari menemukan seorang pemulung mobil tua, yang tak lain adalah William James Sidis. Si anak ajaib yang begitu dibanggakan dan membuat orang banyak berdecak kagum pada beberapa waktu silam.

Kisah lain tentang kehebatan kognitif yang diberdayakan juga terjadi pada seorang anak perempuan bernama Edith. Terjadi pada tahun 1952, dimana seorang Ibu yang bemama Aaron Stern telah berhasil melakukan eksperimen menyiapkan lingkungan yang sangat menstimulasi perkembangan kognitif anaknya sejak si anak masih benapa janin. Baru saja bayi itu lahir ibunya telah memperdengarkan suara musik klasik di telinga sang bayi. Kemudian diajak berbicara dengan menggunakan bahasa orang dewasa. Setiap saat sang bayi dikenalkan kartu-kartu bergambar dan kosa kata baru. Hasilnya sungguh mencengangkan! Di usia 1 tahun Edith telah dapat berbicara dengan kalimat sempurna. Di usia 5 tahun Edith telah menyelesaikan membaca ensiklopedi Britannica. Usia 6 tahun ia membaca enam buah buku dan Koran New York Times setiap harinya. Usia 12 tahun dia masuk universitas. Ketika usianya menginjak 15 lahun la menjadi guru matematika di Michigan State University. Aaron Stem berhasil menjadikan Edith anak jenius karena terkait dengan kapasitas otak yang sangat tak berhingga. Namun khabar Edith selanjutnya juga tidak terdengar lagi ketika ia dewasa. Banyak kesuksesan yang diraih anak saat ia menjadi anak, tidak menjadi sesuatu yang bemakna dalam kehidupan anak ketika ia menjadi manusia dewasa.

Berbeda dengan banyak kasus legendaris orang-orang terkenal yang berhasil mengguncang dunia dengan penemuannya. Di saat mereka kecil mereka hanyalah anak-anak biasa yang terkadang juga dilabel sebagai murid yang dungu. Seperti halnya Einsten yang mengalami kesulitan belajar hingga kelas 3 SD. Dia dicap sebagai anak bebal yang suka melamun. Selama berpuluh-puluh tahun orang begitu yakin bahwa keberhasilan anak di masa depan sangat ditentukan oleh faktor kogtutif. Otak memang memiliki kemampuan luar biasa yang tiada berhingga. Oleh karena itu banyak orangtua dan para pendidik tergoda untuk melakukan "Early Childhood Training". Era pemberdayaan otak mencapai masa keemasannya. Setiap orangtua dan pendidik berlomba-lomba menjadikan anak-anak mereka menjadi anak-anak yang super (Superkids). Kurikulum pun dikemas dengan muatan 90 % bermuatan kognitif yang mengfungsikan belahan otak kiri. Sementara fungsi belahan otak kanan hanya mendapat porsi 10% saja. Ketidakseimbangan dalam memfungsikan ke dua belahan otak dalam proses pendidikan di sekolah sangat mencolok. Hal ini terjadi sekarang dimana-mana, di Indonesia... .

"Early Ripe, early Rot...!"
Gejala ketidakpatutan dalam mendidik ini mulai terlihat pada tahun 1960 di Amerika. Saat orangtua dan para professional merasakan pentingnya pendidikan bagi anak-anak semenjak usia dini. Orangtua merasa apabila mereka tidak segera mengajarkan anak-anak mereka berhitung, membaca dan menulis sejak dini maka mereka akan kehilangan "peluang emas" bagi anak-anak mereka selanjutnya. Mereka memasukkan anak-anak mereka sesegera mungkin ke Taman Kanak¬Kanak (Pra Sekolah). Taman Kanak-kanak pun dengan senang hati menerima anak-anak yang masih berusia di bawah usia 4 tahun. Kepada anak-anak ini gurunya membelajarkan membaca dan berhitung secara formal sebagai pemula.

Terjadinya kemajuan radikal dalam pendidikan usia dini di Amerika sudah dirasakan saat Rusia meluncurkan Sputnik pada tahun 1957. Mulailah "Era Headstart" merancah dunia pendidikan. Para akademisi begitu optimis untuk membelajarkan wins dan matematika kepada anak sebanyak dan sebisa mereka (tiada berhingga). Sementara mereka tidak tahu banyak tentang anak, apa yang mereka butuhkan dan inginkan sebagai anak. Puncak keoptimisan era Headstart diakhiri dengan pernyataan Jerome Bruner, seorang psikolog dari Harvard University yang menulis sebuah buku terkenal " The Process of Education" pada lahun 1960, la menyatakan bahwa kompetensi anak untuk belajar sangat tidak berhingga. Inilah buku suci pendidikan yang mereformasi kurikulum pendidikan di Amerika. "We begin with the hypothesis that any subject can be taught effectively in some intellectually honest way to any child at any stage of development".
Inilah kalimat yang merupakan hipotesis Bruner yang di salahartikan oleh banyak pendidik, yang akhirnya menjadi bencana! Pendidikan dilaksanakan dengan cara memaksa otak kiri anak sehingga membuat mereka cepat matang dan cepat busuk...

early ripe, early rot!
Anak-anak menjadi tertekan. Mulai dari tingkat pra sekolah hingga usia SD. Di rumah para orangtua kemudian juga melakukan hal yang sama, yaitu mengajarkan sedini mungkin anak-anak mereka membaca ketika Glenn Doman menuliskan kiat-kiat praktis membelajarkan bayi membaca. Bencana berikutnya datang saat Arnold Gesell memaparkan konsep "kesiapan-readiness" dalam ilmu psikologi perkembangan temuannya yang mendapat banyak decakan kagum. Ia berpendapat tentang "biological limitations on learning'. Untuk itu ia menekankan perlunya dilakukan intervensi dini dan rangsangan inlelektual dini kepada anak agar mereka segera siap belajar apapun.

Tekanan yang bertubi-tubi dalam memperoleh kecakapan akademik di sekolah membuat anak-¬anak menjadi cepat mekar. Anak-anak menjadi "miniature orang dewasa ". Lihatlah sekarang, anak-anak itu juga bertingkah polah sebagaimana layaknya orang dewasa. Mereka berpakaian seperti orang dewasa, berlaku pun juga seperti orang dewasa. Di sisi lain media pun merangsang anak untuk cepat mekar terkait dengan musik, buku, film, televisi, dan internet. Lihatlah maraknya program teve yang belum pantas ditonton anak-anak yang ditayangkan di pagi atau pun sore hari. Media begitu merangsang keingintahuan anak tentang dunia seputar orang dewasa sebagai seksual promosi yang menyesatkan. Pendek kata media telah memekarkan bahasa, berpikir dan perilaku anak lumbuh kembang secara cepat.

Tapi apakah kita tahu bagaimana tentang emosi dan perasaan anak? Apakah faktor emosi dan perasaan juga dapat digegas untuk dimekarkan seperti halnya kecerdasan? Perasaan dan emosi ternyata memiliki waktu dan ritmenya sendiri yang tidak dapat digegas atau dikarbit. Bisa saja anak terlihat berpenampilan sebagai layaknya orang dewasa, tetapi perasaan mereka tidak seperti orang dewasa. Anak-anak memang terlihat tumbuh cepat di berbagai hal tetapi tidak di semua hal. Tumbuh mekarnya emosi sangat berbeda dengan tumbuh mekarnya kecerdasan (intelektual) anak. Oleh karena perkembangan emosi lebih rumit dan sukar, terkait dengan berbagai keadaan, Cobalah perhatikan, khususnva saat perilaku anak menampilkan gaya "kedewasaan ", sementara perasaannya menangis berteriak sebagai "anak".

Seperti sebuah lagu popular yang pernah dinyanyikan suara emas seorang anak laki-laki "Heintje" di era tahun 70-an...
I'm Nobody'S Child
I'M NOBODY'S CHILD
I'M nobody's child I'm nobodys child
Just like a flower I'm growing wild
No mommies kisses
and no daddy's smile
Nobody's touch me I'm nobody's child

Dampak Berikutnya Terjadi... ketika anak memasuki usia remaja.
Akibat negatif lainnya dari anak-anak karbitan terlihat ketika ia memasuki usia remaja. Mereka tidak segan-segan mempertontonkan berbagai macam perilaku yang tidak patut. Patricia 0' Brien menamakannya sebagai "The Shrinking of Childhood'.
"Lu belum tahu ya... bahwa gue telah melakukan segalanya", begitu pengakuan seorang remaja pria berusia 12 tahun kepada teman temannya. "Gue tahu apa itu minuman keras, drug, dan seks " serunya bangga.

Berbagai kasus yang terjadi pada anak-anak karbitan memperlihatkan bagaimana pengaruh tekanan dini pada anak akan menyebabkan berbagai gangguan kepribadian dan emosi pada anak. Oleh karena ketika semua menjadi cepat mekar.... kebutuhan emosi dan sosial anak jadi tak dipedulikan! Sementara anak sendiri membutuhkan waktu untuk tumbuh, untuk belajar dan untuk berkembang, .... sebuah proses dalam kehidupannya !

Saat ini terlihat kecenderungan keluarga muda lapisan menengah ke atas yang berkarier di luar rumah tidak menuliki waktu banyak dengan anak-anak mereka. Atau pun jika si ibu berkarier di dalam rumah, ia lebih mengandalkan tenaga "baby sitter" sebagai pengasuh anak-anaknya. Colette Dowling menamakan ibu-ibu muda kelompok ini sebagai "Cinderella Syndrome" yang senang window shopping, ikut arisan, ke salon memanjakan diri, atau menonton telenovela atau buku romantis. Sebagai bentuk ilusi rnenghindari kehidupan nyata vang mereka jalani. Kelompok ini akan sangat bangga jika anak-anak mereka bersekolah di lembaga pendidikan yang mahal, ikut berbagai kegiatan kurikuler, ikut berbagai Ies, dan mengikuti berbagai arena, seperti lomba penyanyi cilik, lomba model ini dan itu. Para orangtua ini juga sangat bangga jika anak-anak mereka superior di segala bidang, bukan hanya di sekolah. Sementara orangtua yang sibuk juga mewakilkan diri mereka kepada babysitter terhadap pengasuhan dan pendidikan anak¬-anak mereka. Tidak jarang para baby sitter ini mengikuti pendidikan parenting di Iembaga pendidikan eksekutif sebagai wakil dari orang tua.

ERA SUPERKIDS
Kecenderungan orangtua menjadikan anaknya "be special " daripada "be average or normal sernakin marak terlihat. Orangtua sangat ingin anak-anak mereka menjadi "to exel to be the best". Sebetulnya tidak ada yang salah. Namun ketika anak-anak mereka digegas untuk mulai mengikuti berbagai kepentingan orangtua untuk menyuruh anak mereka mengikuti beragam kegiatan, seperti kegiatan mental aritmatik, sempoa, renang, basket, balet, tari ball, piano, biola, melukis, dan banyak lagi lainnya...maka lahirlah anak-anak super---"SUPERKIDS'". Cost merawat anak superkids ini sangat mahal.

Era Superkids berorientasi kepada "Competent Child". Orangtua saling berkompetisi dalam mendidik anak karena mereka percaya "earlier is better". Semakin dini dan cepat dalam menginvestasikan beragam pengetahuan ke dalam diri anak mereka, maka itu akan semakin baik. Neil Posmant seorang sosiolog Amerika pada tahun 80-an meramalkan bahwa jika anak-anak tercabut dari masa kanak-kanaknya, maka lihatlah...ketika anak-anak itu menjadi dewasa, maka ia akan menjadi orang dewasa yang kekanak-kanakan!

BERBAGAI GAYA ORANGTUA
Kondisi ketidakpatutan dalam memperIakukan anak ini telah melahirkan berbagai gaya orangtua (Parenting Style) yang melakukan kesalahan "miseducation" terhadap pengasuhan pendidikan anak-anaknya. Elkind (1989) mengelompokkan berbagai gaya orangtua dalam pengasuhan, antara lain:

Gourmet Parents-- (ORTU B0RJU)
Mereka adalah kelompok pasangan muda yang sukses. Memiliki rumah bagus, mobil mewah, liburan ke tempat-tempat yang eksotis di dunia, dengan gaya hidup kebarat-baratan. Apabila menjadi orangtua maka mereka akan cenderung merawat anak-anaknya seperti halnya merawat karier dan harta mereka. Penuh dengan ambisi! Berbagai macam buku akan dibaca karena ingin tahu isu-isu mutakhir tentang cara mengasuh anak. Mereka sangat percaya bahwa tugas pengasuhan yang baik seperti halnya membangun karier, maka "superkids" merupakan bukti dari kehebatan mereka sebagai orangtua.

Orangtua kelompok ini memakaikan anak-anaknva baju-baju mahal bermerek terkenal, memasukkannya ke dalam program-program eksklusif yang prestisius. Keluar masuk restoran mahal. Usia 3 tahun anak-anak mereka sudah diajak tamasya keliling dunia mendampingi orangtuanya. Jika suatu saat kita melihat sebuah sekolah yang halaman parkirnya dipenuhi oleh berbagai merek mobil terkenal, maka itulah sekolah dimana banyak kelompok orangtua "gourmet " atau kelompok borju menyekolahkan anak-anaknya.

College Degree Parents --- (ORTU INTELEK)
Kelompok ini merupakan bentuk lain dari keluarga intelek yang menengah ke atas. Mereka sangat peduli dengan pendidikan anak-anaknya. Sering melibatkan diri dalam berbagai kegiatan di sekolah anaknya. Misalnya membantu membuat majalah dinding, dan kegiatan ekstra kurikuler lainnya. Mereka percaya pendidikan yang baik merupakan pondasi dari kesuksesan hidup. Terkadang mereka juga tergiur menjadikan anak-anak mereka "Superkids". Apabila si anak memperlihatkan kemampuan akademik yang tinggi. Terkadang mereka juga memasukkan anak-anaknya ke sekolah mahal yang prestisius sebagai bukti bahwa mereka mampu dan percaya bahwa pendidikan yang baik tentu juga harus dibayar dengan pantas. Kelebihan kelompok ini adalah sangat peduli dan kritis terhadap kurikulum yang dilaksanakan di sekolah anak anaknya. Dan dalam banyak hal mereka banyak membantu dan peduli dengan kondisi sekolah,

Gold Medal Parents --(ORTU SELEBRITIS)
Kelompok ini adalah kelompok orangtua yang menginginkan anak-anaknya menjadi kompetitor dalam berbagai gelanggang. Mereka sering mengikutkan anaknya ke berbagai kompetisi dan gelanggang. Ada gelanggang ilmu pengetahuan seperti Olimpiade matematika dan sains yang akhir-akhir ini lagi marak di Indonesia. Ada juga gelanggang seni seperti ikut menyanyi, kontes menari, terkadang kontes kecantikan. Berbagai cara akan mereka tempuh agar anak-anaknya dapat meraih kemenangan dan menjadi "seorang Bintang Sejati ". Sejak dini mereka persiapkan anak-anak mereka menjadi "Sang Juara", mulai dari juara renang, menyanyi dan melukis hingga none abang cilik kelika anak-anak mereka masih berusia TK. Sebagai ilustrasi dalam sebuah arena lomba ratu cilik di Padang. Puluhan anak-anak TK baik laki-laki maupun perempuan tengah menunggu di mulainya lomba pakaian adat. Ruangan yang sesak, penuh asap rokok, dan acara yang molor menunggu datangnya tokoh anak dari Jakarta. Anak-anak mulai resah, berkeringat, mata memerah karena keringat melelehi mascara mata kecil mereka. Para orangtua masih bersemangat, membujuk anak-anaknya bersabar. Mengharapkan acara segera dimulai dan anaknya akan keluar sebagai pemenang. Sementara pihak penyelenggara mengusir panas dengan berkipas kertas.

Banyak kasus yang mengenaskan menimpa diri anak akibat perilaku ambisi kelompok gold medal parents ini. Sebagai contoh pada tahun 70-an seorang gadis kecil pesenam usia TK rnengalami kelainan tulang akibat ambisi ayahnya yang guru olahraga. Atau kasus "bintang cilik" Yoan Tanamal yang mengalami tekanan hidup dari dunia glamour masa kanak-kanaknya. Kemudian menjadikannya pengguna dan pengedar narkoba hingga menjadi penghuni penjara. Atau bintang cilik dunia Heintje yang setelah dewasa hanya menjadi pasien dokter jiwa. Gold medal parent menimbulkan banyak bencana pada anak-anak mereka!

Pada tanggal 26 Mei lalu kita sasikan di TV bagaimana bintang cilik "Joshua" yang bintangnya mulai meredup dan mengkhawatirkan orangtuanya. Orangtua Joshua berambisi untuk kembali menjadikan anaknya seorang bintang dengan kembali menggelar konser tunggal. Sebagian dari kita tentu masih ingat bagaimana lucu dan pintarnya. Joshua ketika berumur kurang 3 tahun. Dia muncul di TV sebagai anak ajaib karena dapat menghapal puluhan nama-nama kepala negara. Kemudian di usia balitanya dia menjadi penyanyi cilik terkenal. Kita kagum bagaimana seorang bapak yang tamatan SMU dan bekerja di salon dapat membentuk dan menjadikan anaknya seorang "superkid "--seorang penyanyi sekaligus seorang bintang film,....

Do-it Yourself Parents
Merupakan kelompok orangtua yang mengasuh anak-anaknya secara alami dan menyatu dengan semesta. Mereka sering menjadi pelayanan professional di bidang sosial dan kesehatan, sebagai pekerja sosial di sekolah, di tempat ibadah., di Posyandu dan di perpustakaan. Kelompok ini menyekolahkan anak-anaknya di sekolah negeri yang tidak begitu mahal dan sesuai dengan keuangan mereka. Walaupun begitu kelompok ini juga bemimpi untuk menjadikan anak-anaknya "Superkids"--earlier is better". Dalam kehidupan sehari-hari anak-anak mereka diajak mencintai lingkungannya. Mereka juga mengajarkan merawat dan memelihara hewan atau tumbuhan yang mereka sukai. Kelompok ini merupakan kelompok penyayang binatang dan mencintai lingkungan hidup yang bersih.

Outward Bound Parents--- (ORTU PARANOID)
Untuk orangtua kelompok ini mereka memprioritaskan pendidikan yang dapat memberi kenyamanan dan keselamatan kepada anak-anaknya. Tujuan mereka sederhana, agar anak-anak dapat bertahan di dunia yang penuh dengan permusuhan. Dunia di luar keluarga mereka dianggap penuh dengan marabahaya. Jika mereka menyekolahkan anak-anaknya maka mereka Iebih memilih sekolah yang nyaman dan tidak melewati tempat-tempat tawuran yang berbahaya. Seperti halnya Do It Yourself Parents, kelompok ini secara tak disengaja juga terkadang terpengaruh dan menerima konsep "Superkids " Mereka mengharapkan anak-anaknya menjadi anak-anak yang hebat agar dapat melindungi diri mereka dari berbagai macam marabahaya. Terkadang mereka melatih kecakapan melindungi diri dari bahaya, seperti memasukkan anak-anaknya "Karate, Yudo, pencak Silat" sejak dini. Ketidakpatutan pemikiran kelompok ini dalam mendidik anak-anaknya adalah bahwa mereka terlalu berlebihan melihat marabahaya di luar rumah tangga mereka, mudah panik dan ketakutan melihat situasi yang selalu mereka pikir akan membawa dampak buruk kepada anak. Akibatnya anak-anak mereka menjadi "steril" dengan lingkungannya.

Prodigy Parents --(ORTU INSTANT)
Merupakan kelompok orangtua yang sukses dalam karier namun tidak memiliki pendidikan yang cukup. Mereka cukup berada, namun tidak berpendidikan yang baik. Mereka memandang kesuksesan mereka di dunia bisnis merupakan bakat semata. Oleh karena itu mereka juga memandang sekolah dengan sebelah mata, hanya sebagai kekuatan yang akan menumpulkan kemampuan anak-anaknya. 'Tidak kalah mengejutkannya, mereka juga memandang anak-anaknya akan hebat dan sukses seperti mereka tanpa memikirkan pendidikan seperti apa yang cocok diberikan kepada anak-¬anaknya. Oleh karena itu mereka sangat mudah terpengaruh kiat-kiat atau cara unik dalam mendidik anak tanpa bersekolah. Buku-buku instant dalam mendidik anak sangat mereka sukai. Misalnya buku tentang "Kiat-Kiat Mengajarkan bayi Membaca" karangan Glenn Doman, atau "Kiat-Kiat Mengajarkan Bayi Matematika" karangan Siegfried, "Berikan Anakmu pemikiran Cemerlang " karangan Therese Engelmann, dan "Kiat-Kiat Mengajarkan Anak Dapat Membaca Dalam Waktu 6 Hari" karangan Sidney Ledson.

Encounter Group Parents--(ORTU NGERUMPI)
Merupakan kelompok orangtua yang memiliki dan menyenangi pergaulan. Mereka terkadang cukup berpendidikan, namun tidak cukup berada atau terkadang tidak memiliki pekerjaan tetap (luntang lantung). Terkadang mereka juga merupakan kelompok orangtua yang kurang bahagia dalam perkawinannya. Mereka menyukai dan sangat mementingkan nilai-nilai relationship dalam membina hubungan dengan orang lain. Sebagai akibatnya kelompok ini sering melakukan ketidakpatutan dalam mendidik anak-¬anak dengan berbagai perilaku "gang ngrumpi" yang terkadang mengabaikan anak. Kelompok ini banyak membuang-buang waktu dalam kelompoknya sehingga mengabaikan fungsi mereka sebagai orangtua. Atau pun jika mereka memiliki aktivitas di kelompokya lebih berorientasi kepada kepentingan kelompok mereka. Kelompok ini sangat mudah terpengaruh dan latah untuk memilihkan pendidikan bagi anak-anaknya. Menjadikan anak-anak mereka sebagai "Superkids" juga sangat diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan. Namun banyak dari anak-anak mereka biasanya kurang menampilkan minat dan prestasi yang diharapkan.

Milk and Cookies Parents-(ORTU IDEAL)
Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang memiliki masa kanak-kanak yang bahagia, yang memiliki kehidupan masa kecil yang sehat dan manis. Mereka cenderung menjadi orangtua yang hangat dan menyayangi anak-anaknya dengan tulus. Mereka juga sangat peduli dan mengiringi tumbuh kembang anak-anak mereka dengan penuh dukungan. Kelompok ini tidak berpeluang menjadi oraugtua yang melakukan "miseducation " dalam merawat dan mengasuh anak-anaknva. Mereka memberikan lingkungan yang nyaman kepada anak-anaknya dengan penuh perhatian, dan tumpahan cinta kasih yang tulus sebagai orang tua. Mereka memenuhi rumah tangga mereka dengan buku-buku, lukisan dan musik yang disukai oleh anak-anaknya. Mereka berdiskusi di ruang makan, bersahabat dan menciptakan lingkungan yang menstimulasi anak-anak mereka untuk tumbuh mekar segala potensi dirinya. Anak-anak mereka pun meninggalkan masa kanak-kanak dengan penuh kenangan indah yang menyebabkan. Kehangatan hidup berkeluarga menumbuhkan kekuatan rasa yang sehat pada anak untuk percaya diri dan antusias dalam kehidupan belajar. Kelompok ini merupakan kelompok orangtua yang menjalankan tugasnya dengan patut kepada anak-anak mereka. Mercka begitu yakin bahwa anak membutuhkan suatu proses dan waktu untuk dapat menemukan sendiri keistimewaan yang dimilikinya. Dengan kata lain mereka percaya bahwa anak sendirilah yang akan menemukan sendiri kekuatan didirinya. Bagi mereka setiap anak adalah benar-benar seorang anak yang hebat dengan kekuatan potensi yang juga berbeda dan unik !

KAMU HARUS TAHU BAHWA TIADA SATU PUN YANG LEBIH TINGGI, ATAU LEBIH KUAT, ATAU LEBIH BAIK, ATAU PUN LEBIH BERHARGA DALAM KEHIDUPAN NANTI DARIPADA KENANGAN INDAH TERUTAMA KENANGAN MANIS DI MASA KANAK-KANAK. KAMU MENDENGAR BANYAK HAL TENTANG PENDIDIKAN, NAMUN BEBERAPA HAL YANG INDAH, KENANGAN BERHARGA YANG TERSIMPAN SEJAK KECIL ADALAH MUNGKIN ITU PENDIDIKAN YANG TERBAIK. APABILA SESEORANG MENYIMPAN BANYAK KENANGAN INDAH DI MASA KECILNYA, MAKA KELAK SELURUH KEHIDUPANNYA AKAN TERSELAMATKAN. BAHKAN APABILA HANYA ADA SATU SAJA KENANGAN INDAH YANG TERSIMPAN DALAM HATI KITA, MAKA ITULAH KENANGAN YANG AKAN MEMBERIKAN SATU HARI UNTUK KESELAMATAN KITA"-DESTOYEVSKY' S BROTHERS KARAM0Z0V---

PERSPEKTIF SEKOLAH YANG MENGKARBIT ANAK
Kecenderungan sekolah untuk melakukan pengkarbitan kepada anak didiknya juga terlihat jelas. Hal ini terjadi ketika sekolah berorientasi kepada produk daripada proses pembelajaran. Sekolah terlihat sebagai sebuah "Industri" dengan tawaran-tawaran menarik yang mengabaikan kebutuhan anak. Ada program akselerasi, ada program kelas unggulan. Pekerjaan rumah yang menumpuk.

Tugas-tugas dalam bentuk hanya lembaran kerja. Kemudian guru-guru yang sibuk sebagai "Operator kurikulum" dan tidak punya waktu mempersiapkan materi ajar karena rangkap tugas sebagai administrator sekolah Sebagai guru kelas yang mengawasi dan mengajar terkadang lebih dari 40 anak, guru hanya dapat menjadi "pengabar isi buku pelajaran " ketimbang menjalankan fungsi edukatif dalam menfasilitasi pembelajaran. Di saat-saat tertentu sekolah akan menggunakan "mesin-mesin dalam menskor" capaian prestasi yang diperoleh anak setelah diberikan ujian berupa potongan-potongan mata pelajaran. Anak didik menjadi dimiskinkan dalam menjalani pendidikan di sekolah. Pikiran mereka diforsir untuk menghapalkan atau melakukan tugas-tugas yang tidak mereka butuhkan sebagai anak. Manfaat apa yang mereka peroleh jika guru menyita anak membuat bagan organisasi sebuah birokrasi? Manfaat apa yang dirasakan anak jika mereka diminta membuat PR yang menuliskan susunan kabinet yang ada di pemerintahan? Manfaat apa yang dimiliki anak jika ia disuruh menghapal kalimat-kalimat yang ada di dalam buku pelajaran ? Tumpulnya rasa dalam mencerna apa yang dipikirkan oleh otak dengan apa yang direfleksikan dalam sanubari dan perilaku-perilaku keseharian mereka sebagai anak menjadi semakin senjang. Anak-anak tahu banyak tentang pengetahuan yang dilatihkan melalui berbagai mata pelajaran yang ada dalam kurikulum persekolahan, namun mereka bingung mengimplementasikan dalam kehidupan nyata. Sepanjang hari mereka bersekolah di sekolah untuk sekolah--dengan tugas-tugas dan PR yang menumpuk.... Namun sekolah tidak mengerti bahwa anak sebenarnya butuh bersekolah untuk menyongsong kehidupannya !

Lihatlah, mereka semua belajar dengan cara yang sama. Membangun 90% kognitif dengan 10% afektif. Paulo Freire mengatakan bahwa sekolah telah melakukan "pedagogy of the oppressed" terhadap anak-anak didiknya. Dimana guru mengajar anak diajar, guru mengerti semuanya dan anak tidak tahu apa-apa, guru berpikir dan anak dipikirkan, guru berbicara dan anak mendengarkan, guru mendisiplin dan anak didisiplin, guru memilih dan mendesakkan pilihannya dan anak hanya mengikuti, guru bertindak dan anak hanya membayangkan bertindak lewat cerita guru, guru memilih isi program dan anak menjalaninya begitu saja, guru adalah subjek dan anak adalah objek dari proses pembelajaran (Freire, 1993). Model pembelajaran banking system ini dikritik habis-habisan sebagai masalah kemanusiaan terbesar. Belum lagi persaingan antar sekolah. dan persaingan ranking wilayah....

Mengkompetensi Anak--- merupakan `KETIDAKPATUTAN PENDIDIKAN?"
"Anak adalah anugrah Tuhan... sebagai hadiah kepada semesta alam, tetapi citra anak dibentuk oleh sentuhan tangan-tangan manusia dewasa yang bertanggungjawab. .." (Nature versus Nurture).
bagaimana ? Karena ada dua pengertian kompetensi-- -= ` kompetensi yang datang dari kebutuhan di luar diri anak (direkayasa oleh orang dewasa) atau kompetensi yang sesuai dengan kebutuhan dari dalam diri anak sendiri.

Sebagai contoh adalah konsep kompetensi yang dikemukakan oleh John Watson (psikolog) pada tahun 1920 yang mengatakan bahwa bayi dapat ditempa menjadi apapun sesuai kehendak kita sebagai komponen sentral dari konsep kompetensi. Jika bayi-bayi mampu jadi pebelajar, maka mereka juga dapat dibentuk melalui pembelajaran dini.

Kata-kata Watson yang sangat terkenal adalah sebagai berikut: "Give me a dozen healthy infants, well formed and my own special world to bring them up in, and I'll guarantee you to take any one at random and train him to become any type of specialist I might select--doctor, lawyer, artist, merchant chief and yes, even beggar and thief regardless of this talents, penchants.,; , tendencies, vocations, and race of his ancestors ".
Pemikiran Watson membuat banyak orang tua melahirkan "intervensi dini" setelah mereka melakukan serangkaian tes Inteligensi kepada anak-anaknya. Ada sebuah kasus kontroversi yang terjadi di Institut New Jersey pada tahun 1976. Dimana guru-guru melakukan serangkaian program tes untuk mengukur "Kecakapan Dasar Minimum (Minimum Basic Skill)" dalam mata pelajaran membaca dan matematika. Hasil dari pelaksanaan program ini dilaporkan kolomnis pendidikan Fred Hechinger kepada New York Times sebagai berikut :

`The improvement in those areas were not the result of any magic program or any singular teaching strategy, they were... simply proof that accountability is crucial and that, in the past five years, it has paid off in New Yersey'.

Juga belajar dari biografi tiga orang tokoh legendaris dunia seperti Eleanor Roosevelt, Albert Einstein dan Thomas Edison, yang diilustrasikan sebagai anak-anak yang bodoh dan mengalami keterlambatan dalam akademik ketika mereka bersekolah di SD kelas rendah. Semestinya kita dapat menyimpulkan bahwa pendidikan dini sangat berbahaya jika dibuatkan kompetensi-kompeten si perolehan pengetahuan hanya secara kognitif. Ulah karena hingga hari ini sekolah belum mampu menjawab dan dapat menampilkan kompetensi emosi sosial anak dalam proses pembelajaran. Pendidikan anak seutuhnya yang terkait dengan berbagai aspek seperti emosi, sosial, kognitif pisik, dan moral belum dapat dikemas dalam pembelajaran di sekolah secara terintegrasi. Sementara pendidikan sejati adalah pendidikan yang mampu melibatkan berbagai aspek yang dimiliki anak sebagai kompetensi yang beragam dan unik untuk dibelajarkan. Bukan anak dibelajarkan untuk di tes dan di skor saja !. Pendidikan sejati bukanlah paket-paket atau kemasan pembelajaran yang berkeping-keping, tetapi bagaimana secara spontan anak dapat terus menerus merawat minat dan keingintahuan untuk belajar. Anak mengenali tumbuh kembang yang terjadi secara berkelangsungan dalam kehidupannya. Perilaku keingintahuan -"curiosity" inilah yang banyak tercabut dalam sistem persekolahan kita.

Akademik Bukanlah Keutuhan Dari Sebuah Pendidikan ! "Empty Sacks will never stand upright"---George Eliot

Pendidikan anak seutuhnya tentu saja bukan hanya mengasah kognitif melalui kecakapan akademik semata! Sebuah pendidikan yang utuh akan membangun secara bersamaan, pikiran, hati, pisik, dan jiwa yang dimiliki anak didiknya. Membelajarkan secara serempak pikiran, hati. dan pisik anak akan menumbuhkan semangat belajar sepanjang hidup mereka. Di sinilah dibutuhkannya peranan guru sebagai pendidik akadcmik dan pendidik sanubari "karakter". Dimana mereka mendidik anak menjadi "good and smart "-terang hati dan pikiran

Sebuah pendidikan yang baik akan melahirkan "how learn to learn" pada anak didik mereka. Guru-guru yang bersemangat memberi keyakinan kepada anak didiknya bahwa mereka akan memperoleh kecakapan berpikir tinggi, dengan berpikir kritis, dan cakap memecahkan masalah hidup yang mereka hadapi sebagai bagian dari proses mental. Pengetahuan yang terbina dengan baik yang melibatkan aspek kognitif dan emosi, akan melahirkan berbagai kreativitas.

Leonardo da Vinci seorang pelukis besar telah menghabiskan waktunya ber jam-jam untuk belajar anatomi tubuh manusia.

Thomas Edison mengatakan bahwa "genius is 1 percent inspiration and 99 percent perspiration ". Semangat belajar ---"encourage' - Tidak dapat muncul tiba-tiba di diri anak. Perlu proses yang melibatkan hati---kesukaan dan kecintaan--- belajar. Sementara di sekolah banyak anak patah hati karena gurunya yang tidak mencintai mereka sebagai anak.

Selanjutnya misi sekolah lainnya yang paling fundamental adalah mengalirkan "moral litermy" melalui pendidikan karakter. Kita harus ingat bahwa kecerdasan saja tidak cukup. Kecerdasan plus karakter inilah tujuan sejati sebuah pendidikan (Martin Luther King, Jr). lnilah keharmonisan dari pendidikan, bagaimana menyeimbangkan fungsi otak kiri dan kanan, antara kecerdasan hati dan pikiran, antara pengetahuan yang berguna dengan perbuatan yang baik ....

PENUTUP
Mengembalikan pendidikan pada hakikatnya untuk menjadikan manusia yang terang hati dan terang pikiran--- "good and smart "--- merupakan tugas kita bersama. Melakukan reformasi dalam pendidikan merupakan kerja keras yang mesti dilakukan secara serempak, antara sekolah dan masyarakat, khususnya antara guru dan orangtua. Pendidikan yang ada sekarang ini banyak yang tidak berorientasi kepada kebutuhan anak sehingga tidak dapat memekarkan segala potensi yang dimiliki anak. Atau pun jika ada yang terjadi adalah ketidakseimbangan yang cenderung memekarkan aspek kognitif dan mengabaikan faktor emosi.

Begitu juga orangtua. Mereka berkecenderungan melakukan training dini kepada anak. Mereka ingin anak-anak mereka menjadi "SUPERKIDS". Inilah fenomena yang sedang trend akhir-akhir ini. Inilah juga awal dari lahirnya era anak-anak karbitan ! Lihatlah nanti...ketika anak-anak karbitan itu menjadi dewasa, maka mereka akan menjadi orang dewasa yang ke kanak-kanakan.

Hidup itu menciut
Dan mengerdil
Bagaikan selokan kecil
Bila dilepas bebas
la merah menggejolak
Bagaikan dahsyatnva samudera luas

"Destiny is not a matter of chance, it is a matter of choice; it is not a thing to be waited for, it is a thing to be achieved." (William Jennings Bryan)

Semoga kita sadar bahwa anak-anak bukan buah yang bisa dipaksa matang sebelum waktunya dengan diberi karbit.

Rabu, 07 April 2010

Fenomena Orgonite

Fenomena Orgonite

Irisan Orgone bentuk TB (Tower Buster)

Tuesday, March, 25 2010 at 11:08pm
Orgonit adalah perpaduan material sederhana (dari bahannya murah dan gampang diketemukan) yang menyeimbangkan energi yang ada di alam oleh konversi Energi Negativ menjadi Energi Positiv.

Orgone merupakan pembersih alami, penyembuh dan sumber energi positif. Orgone adalah nama yang diberikan ilmuwan Wilhelm Reich untuk energi vital yg ada di bumi ini. Energi ini sering disebut Chi atau fifth element (elemen kelima).

Orgone menyerap energi negatif beserta racun2 kimiawi di sekitar kita, merubahnya menjadi energi positif dan melepaskannya kembali ke atmosfir. Diketahui energi negatif yg tersebar disekitar kita memberi pengaruh buruk bagi kesehatan dan lingkungan hidup. Energi negatif ini banyak ditimbulkan antara lain dari radiasi elektromagnetis jaringan selular, jaringan listrik, pemancar televisi polusi udara dan penyemprotan secara sengaja bahan2 kimia ke udara (chemtrails)

Manfaat dari orgone :
1. Menetralisir racun dan radiasi dari udara
2. Menghilangkan Chem-trails dan menjaga udara tetap bersih
3. Memperbaiki pernapasan dan membantu penderita asma
4. Membantu mempercepat proses penyembuhan
5. Meningkatkan daya tahan tubuh
6. Menyembuhkan sakit kepala dan migrant
7. Melindungi dari halilintar dan angin puyuh di sekitarnya
8. Menetralisir efek dari hal atau alat pengontrol pikiran (sebentuk hipnotis)
9. Menghilangkan insomnia atau susah tidur dan mimpi buruk
10. Mengurangi tingkat stress
11. Membuat tanaman tumbuh lebih sehat; dan suasana alam lebih segar dan nyaman
12. Dapat mengurangi (dalam beberapa kasus menghilangkan) asma.
13. Dapat membantu diri tetap jernih - sadar, mengurangi kadar emosi negatif yg timbul, menjaga fitalitas secara umum.
14. Binatang terlihat rileks dekat orgonite, tumbuhan tumbuh lebih segar
(lebih bercahaya), berbuah lebih banyak
15. Burung dan kucing sangat suka berada di daerah ber-orgonite.
16. Adanya formasi awan khas di lingkungan kaya energi orgone positif (dari orgonite)

Orgone sederhana bentuk TB



Cara mudah membuat orgone TB

Efek orgone ini sangat cepat terasa dilingkungan orgone ini diletakkan. Dari beberapa sumber menyatakan dengan cara meletakkan Orgone/Orgonite ("Gifting") di sumber polusi, seperti :energi negativ, radiasi elektromagnetik dll. (di dekat Tower HP/TV/Stasiun radio, Gardu PLN, di danau, sungai, dan dipelabuhan laut) menjadi efek positif yang besar di alam. Langit menjadi lebih cerah dan kembali berwarna lebih biru;

- http://www.youtube.com/watch?v=zEhe3K6E
- http://www.youtube.com/watch?v=6KtyrY9Keug
- http://www.youtube.com/watch?v=T8E900v-yOQ
- http://www.youtube.com/watch?v=lOpo95BjpqM

Banyak orang meyakini perkembangan polusi elektromagnetik, Tower HP dan penyemprotan zat kimia dari pesawat di langit, bukan suatu kebetulan.Ada kecurigaan bahwa sebagian orang yang berkelas elite yang sengaja mencari keuntungan dengan menyengsarakan rakyat dan merusak cuaca.

Orgone Cloudbuster untuk Efek yang Lebih Luas

Mari berpartisipasi membantu gerakan penyebaran informasi baru ttg orgone / orgonite ini serta penyebaran orgone2 di lokasi-lokasi rawan radiasi elektromagnetik (gifting), mari melawan polusi yang menyiksa rakyat seluruh dunia saat ini.

Kerja sama yang kita lakukan bertujuan agar kehidupan yang sehat kembali membaik, kegembiraan keluarga, teman serta tetanga - tetangga didekat rumah kita.

Keampuhan orgone ini dapat dibuktikan oleh siapapun termasuk dari tangan rekan2 detikers sendiri karena sifat orgone ini yg berkerja dengan cepat dan kontinyu efeknya akan segera terasa.

Sumber info:
http://forum.detik.com/showthread.php?t=24918
www.orgonite.info
www.baligifter.org/index2.htm

Selasa, 06 April 2010

Membuat Orgone Jenis HHG


Pembuatan Orgone Jenis HHG (Holy Hand Grenade)

Tuesday, 25 March 2010 at 11:29pm

Orgonite yang sederhana (cukup untuk Gifting ke Alam) dibuat dari Resin fiberglass, Serbuk logam (segala macam) dan Batu kristal , yang dicor di dalam mal/cetakan yang anda pilih. Tidak ada salah satu bentuk atau satu ukuran untuk Orgonite yang paling bagus tetapi ada beberapa disain yang sering kita gunakan untuk 'tactical gifting'.

Untuk membuat Orgonite sendiri, bahan yang anda perlukan:

Serbuk Logam :
Limbah bengkel bubut atau serbuk logam bekas bor berguna untuk membuat Orgonite (serbuk logam dengan ukuran kira-kira satu sentimeter panjang dan berbentuk spiral cocok ). Serbuk yang terlalu halus (misalnya bekas kikir) atau yang terlalu kasar (misalnya baut dan mur) tidak bisa dipakai untuk membuat Orgonite.

Segala macam logam (kuningan, tembaga, besi biasa, stainless dll) bisa dipakai tetapi banyak juga yang memakai serbuk aluminium.

Kristal Quartz:
Sejenis batu kristal untuk 'taktikal orgonite' tidak perlu terlalu bagus.
Batu kristal yang pecah atau kotor, yang ditemukan sendiri di sungai bisa juga digunakan.
Anda boleh juga membeli di toko kristal tetapi hanya perlu yang belum di poles.

Resin fiberglass:
Hanya komponen ini yang agak mahal (biasanya dengan harga sekitar Rp.20.000 per kilogram).
Resin harus dicampur dengan Katalist kira-kira 3% (lebih baik bertanya kepada penjual untuk informasi yang lebih jelas mangenai perbandingan resin dan katalist).
Sesudah diisi katalist, resin yang masih encer memerlukan waktu sebelum menjadi matang.
Tergantung jenis resin, waktu yang dibutuhkan untuk menjadi matang bisa antara satu sampai duabelas jam.
Lebih baik memilih resin yang memerlukan waktu yang cukup lama sebelum matang, daripada resin telah menjadi kental sebelum anda dapat digunakan.

Mal/Cetakan:
Hendaknya anda memilih mal/cetakan atau cetakan yang bisa tahan panas karena resin akan menjadi sangat panas selama proses pematangan.
Kita sering memakai cangkir kertas atau loyang kue bolu untuk Orgonite yang kecil (TB) dan kertas yang berbentuk kerucut, kaca serta aluminium untuk Orgonite berbentuk kerucut atau piramid (HHG).
Mal yang terbuat dari plastik tidak akan tahan panas.

Alat-alat lain yang anda perlukan:
Cangkir yang digunakan untuk mengaduk resin dan katalist (dengan ukuran satu liter atau lebih dan terbuat dari kaca)
Batang bambu untuk mengaduk resin. Lap untuk membersihkan tetesan dari tumpahan resin. Meja yang cukup besar dan datar untuk bekerja.

Keamanan yang harus diperhatikan:
Waktu proses pematangan, resin fiberglass mengeluarkan uap yang berbahaya.
Sebaiknya anda memilih tempat yang berventilasi (misalnya ditempat terbuka atau diteras) dalam pembuatan Orgonite.
Hendaknya memakai sarung tangan serta memakai pakaian yang telah usang.

Resep Dalam Pembuatan Orgonite:
Sebelum mengisi campuran orgonite di mal, anda jangan lupa memberi pelicinan yang tipis seperti oli supaya anda dapat dengan mudah melepaskan Orgonite dari mal/cetakan waktu resin sudah matang. Usahakan anda mendapatkan perbandingan Resin dan Logam mendekati 50 per 50 (untuk ukuran volume). Kalau serbuk logam agak kasar, anda bisa mengisi logam dan kristal terlebih dahulu kedalam mal, kemudian tuangkan resin dari atas sampai logam bersaturasi dan tertutup.

Apabila serbuk logam terlalu halus, lebih baik mencampur logam dan resin dicangkir sebelum dimasukkan ke dalam mal/cetakan memakai sendok. Setiap campuran resep dalam pembuatan orgonite selalu berbeda dan anda harus berusaha sendiri sampai menemukan suatu cara untuk hasil yang lebih baik untuk anda.

Orgonite dapat berfungsi tanpa kristal tetapi akan lebih bertenaga kalau anda mengisi batu kristal (mohon dilihat dengan teliti instruksi untuk membuat 'TB' dan 'HHG' agar perincian persis untuk kristal yang dibutuhkan). Untuk 'TB', anda hanya memerlukan kristal yang telah hancur tetapi untuk 'HHG' anda memerlukan kristal yang memiliki satu ujung yang memang lancip ('single-terminated' atau 'ST' kristal)

Cara Pembuatan

Holy Hand Grenade (HHG) berbentuk kerucut dan bisa dipakai didalam rumah atau di alam

Lipatkan selembar kertas fotokopi dua kali, keatas dan kesamping kemudian buka kertas supaya terbentuk kerucut.

Tambahkan isolasi kertas agar tetap berbentuk kerucut. Oleskan minyak masak atau olie pada wadah kertas tsb secara tipis.Balikkan kerucut kertas dan dudukkan di cangkir.

Membuat Orgonit HHG

Selanjutnya anda bisa membuat spiral memakai kawat tembaga setebal 1.5mm atau 2mm (anda bisa membeli di toko kabel).
Energi positiv (orgone ) suka sekali melewati kawat tembaga yang berbentuk lengkung.
Potong kawat tembaga sepanjang 60 cm dan lengkungkan sehingga membentuk spiral searah jarum jam (lihat foto) agar bisa masuk agak longar di dalam kerucut kertas.

Siapkan satu ST kristal (yang jelas ada satu ujung yang lancip) dengan ukuran panjang 2 cm dan tebal 1 cm.

Didalam mal/cetakan yang kosong, masukkan serbuk logam sebanyak satu sendok teh di ujung yang lancip dan masukkan spiral tembaga.
Bila meletakkan ST kristal (ujung yang lancip menghadap ke bawah) dan isikan serbuk logam mengelilingi kristal supaya kristal berdiri di pertengahan spiral.

Tuangkan resin yang berkatalisir di atas serbuk logam sampai bersaturasi.

Kemudian isi serbuk lagi dan tuangkan lagi resin yang berkatalisir sampai mal/cetakan menjadi penuh.

Kalau serbuk logam terlalu halus, anda perlu mencampurkan resin dan serbuk logam dicangkir terlebih dahulu kemudian tuangkan ke dalam mal/cetakan memakai sendok.

Setelah selesai, serbuk logam dan resin harus penuh secara bersamaan.
Jangan sisakan resin yang tidak berisi serbuk logam.

Setelah resin matang, HHG juga sudah selesai.

Cara pembuatan lebih jelas dapat dilihat di video youtube ini:

http://www.youtube.com/watch?v=kCOic3MuVLQ

Sumber:
http://www.baligifter.org/index2.htm

 
Free Host | new york lasik surgery | cpa website design